Keerom Siapkan 10000 Ha untuk Lumbung Jagung Nasional

Yohanes Apaseray (AYU/CEPOS)

*Dalam Pertemuan dengan Wantimpres Pekan Lalu

JAYAPURA –Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) dengan sejumlah pejabat daerah di Papua di Kantor Gubernur pekan lalu mendapat masukan dari pemerintah daerah. Salah satunya yang dikemukakan dari Pemkab Keerom.

Melalui Ketua Bappeda Keerom Yohanes Apaseray implementasi Otsus di Kabupaten Keerom sudah baik, wilayah Keerom akan dikembangkan menjadi daerah lumbung jagung nasional sesuai arahan dari presiden.

“Ini kami untuk membiayai bidang pertanian. Karena Keerom tidak masuk dalam lokpri dari Bappenas maupun dari kementrian teknis lainnya. Jadi kami sangat berharap dengan dukungan dana dari alokasi otsus untuk membantu peningkatan atau pengembangan di bidang pertanian khususnya,”ujarnya Jumat (22/9) lalu.

Berkaitan dengan arahan yang diberikan presiden kepada Bupati Keerom terkait program lumbung jagung nasional. Pada tahun pertama di tahun 2022 luas areal yang di siapkan pihaknya sebanyak 3000 hektar.

“Ini untuk menjawab atau mendukung apa yang disampaikan pak Presiden kepada Bupati Keerom. Pada tanggal 2 Oktober saat pembukaan PON. untuk lebih jelasnya luas keseluruhannya sebesar 10.000 hektar yang diarahkan presiden untuk Kabupaten Keerom sebagai lumbung jagung nasional oleh karena itu dana otonomi khusus sangat kami butuhkan untuk pengembangan SDM petani yang nantinya menggarap lahan perkebunan jagung,”terangnya.

Nantinya pihaknya akan memakai tenaga petani plasma bekas petani sawit dari PTPN. “Jadi kita membutuhkan dana khusus seperti tadi yang saya sampaikan pada sub meeting dengan Bappenas kami harap juga ada support dari otsus untuk bisa peningkatan SDM bagi petani,”ujarnya.

Terkait dana yang kucurkan pada tahun 2022 untuk Kabupaten Keerom sendiri mencapai Rp 120 M. Hal ini mengalami peningkatan dibanding dengan alokasi dana di tahun 2021.

Karena untuk otsus di tahun 2022 pembagiannya sudah jelas. Dan sudah ada undang-undang terkait pembagian prosentase anggaran dan lokasinya. Sehingga Bappenas tinggal melakukan penyusunan program.

“Kami pada saat ini sementara melakukan penyusunan program untuk tahun 2022 yang dibayar dari dana otsus,”pungkasnya. (cr- 265/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *