Jalan Alternartif Diharap Berdampak Postif bagi Masyarakat

Jalan alternatif yang menghubungkan Nendali-Yabaso yang kinisudah selsai dibangun Pemerintah Provinsi Papua. kehadiran jalan alternatif ini bisa berdampak positif bagi masyarakat setempat. (Robert Mboik Cepos)

SENTANI– Pemerintah Provinsi Papua telah menyelesaikan pekerjaan pembangunan ruas jalan alternatif di Kabupaten Jayapura.  Jalan alternatif yang dibangun itu antara lain mulai dari Telaga Ria, Kalkote, hingga dapur Papua. Kemudian jalan alternatif Nendali-Yabaso.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si  mengatakan, pembangunan ruas jalan alternatif ini setidaknya bisa membawa dampak positif bagi masyarakat.  Tidak saja pemilik ulayat dari tanah itu, tapi juga masyarakat umum di Kabupaten Jayapura.

Bupati Mathius mengatakan, kehadiran jalan alternatif di pesisir Danau Sentani itu, tidak saja untuk mengurai kemacetan saat PON XX, tapi yang paling penting adalah kehadiran ruas jalan alternatif di pesisir danau Sentani itu, bisa memberikan kemajuan ekonomi bagi masyarakat itu sendiri.

“Bisa dimanfaatkan untuk kegiatan pariwisata di danau Sentani. Karena jalan-jalan ini dibangun langsung di pinggir danau Sentani. Keindahaan danau bisa langsung dimanfaatkan oleh masyarakat,” ungkap Mathius Awoitauw, Sabtu ) 23/10).

Karena itu, dia berharap agar masyarakat adat tidak lagi menjual tanah di sekitar jalan tersebut. Karena nilai atau harga dari tanah-tanah yang ada disekitar wilayah danau itu sama saja dengan tanah yang ada di kota.

“Saya harapkan bisa untuk dikelola oleh masyarakat, cukup disewakan, tapi tidak untuk dijual. Ini harus menjadi komitmen bersama, masyarakat dan juga para ondofolo. Kita harus satu suara, tidak boleh menjual tanah-tanah itu,” tandasnya.

Dia mengatakan, keberadaan jalan alternatif disepanjang  pesisir danau Sentani itu, kedepanya akan mendongkrak sektor pariwisata. Hal ini tentunya akan memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. Sehingga jalan satu-satunya masyarakat tidak boleh menjual tanah. “Harus menjadi tuan  di atas tanahnya sendiri, ” tambahhya. (roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *