Saling Serang Antar Kelompok Warga di Abepura, 3 Orang Terluka

Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Gustav R Urbinas saat memberi pemahaman kepada sekelompok warga yang ikut bertikai, Kamis (21/10) dini hari. (Elfira/Cepos)

 

JAYAPURA – Dua kelompok warga saling serang di Jalan Baru, Distrik Abepura, Kamis (21/10) malam. Akibatnya, tiga orang terluka dalam aksi saling serang tersebut.

Adapun tiga warga yang terluka yakni seorang anak kecil yabg terluka akibat lemparan batu serta dua orang dewasa yang terluka akibat luka panah dan lemparan batu. Ketiga orang ini sedang mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.

Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Gustav R Urbinas menerangkan, persoalan awal hingga terjadinya saling serang yakni adanya salah satu warga belakang Ramayana terjatuh. Atas kejadian itu, korban yang terjatuh tersebut diobati warga di salah satu kios di pertigaan BTN Skyline.

“Sekembalinya dari kios usai diobati, korban menyampaikan ke rekannya dia dikeroyok. Namun apakah benar demikian, kita akan melakukan pemeriksaan. Tidak ada sebab persoalan lain sebelumnya, hanya saja berita yang disampaikan korban yang terjatuh sehingga yang lain melakukan pelemparan ke kios tempat di mana korban diobati,” ungkap Kapolresta Gustav Urbinas kepada Cenderawasih Pos.

Kapolresta menjelaskan, pelemparan yang berawal di kios yang berlokasi di pertigaan eks RM Wong Solo dan BTN Skyline tersebut membuat masyarakat yang berjualan di sekitar areal spontan merespon untuk membantu. Akibatnya, terjadi saling serang hingga ada yang terluka.

“Kita dalami seperti apa persoalan awal, kita juga akan segera meminta keterangan terhadap korban yang terluka termasuk yang jatuh dan diobati. Kita juga akan mempertemukan kedua belah pihak. Jangan sampai karena salah persepsi atau salah cerita hingga menyebabkan dua kelompok saling menyerang,” tandasnya.

Dalam kejadian ini, belum ada yang diamankan. Aparat masih berjaga-jaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,

“Kami telah bertemu kedua belah pihak yang bertikai dan meminta persoalan ini tidak boleh dipolitisir atau disebarkan, seolah olah di Abepura tidak aman,” ucapKapolresta yang turun langsung melakukan pertemuan dengan kelompok warga yang bertikai. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *