Jembatan KM 97 Puncak Sahayu yang kondisinya saat ini tinggal gelagar, setelah landasannya yang terbuat dari kayu dirusak (Dok Kodim 1702 / Jayawijaya)

WAMENA-Jembatan Jalan trans Papua Wamena Jayapura dikabarkan kembali terputus di Kilometer 97 Kabupaten Yalimo. Putusnya jembatan ini bukan karena bencana alam, namun landasan kayu jembatan yang bergelagar baja sengaja dirusak  dengan cara dibakar, sehingga tak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat, enam  maupun roda dua.

   Pengerusakan jembatan tersebut diduga terkait konflik pilkada yang sampai saat ini masih berlangsung dimana warga kabupaten Yalimo menginginkan agar tidak dilakukan PSU, tetapi hanya melakukan pelantikan kepada Bupati dan Wakil Bupati terpilih melalui Pemilihan Umum dan PSU yang dilakukan tahun lalu.

   Dandim 1702/ jayawijaya Letkol Inf Arif Budi Situmeang, SIP, kepada Cenderawasih Pos via selulernya menyatakan belum bisa memastikan apakah jembatan tersebut kembali dirusak atau tidak. Sebab, ia baru memerintahkan jajarannya untuk melakukan pengecekan pagi ini, dimana  informasi yang didapatkan jika jembatan itu dirusak baru diterima kemarin malam.

   “Saya baru memerintahkan Pasiops saya untuk melihat kondisi jembatan itu sesuai yang dikabarkan dalam media sosial yang beredar di Wamena, sehingga kita harus mengecek kepastiannya, jangan sampai masalahnya lain tetapi foto yang sebarkan juga lain,”ungkapnya Rabu (20/10) kemarin.

   Menurutnya, apabila benar ada pengerusakan jembatan disana, maka ini bukanlah yang pertama kalinya tetapi sebelumnya juga sudah sempat dilakukan usai keputusan Mahkamah Agung dikeluarkan bulan juli lalu, untuk saat ini informasi yang diterima itujembatan di Kilometer 97 sebelum puncak Sahayu Kabupaten Yalimo.

   “Kit cek dulu kesana, kalau benar ini yang kedua kalinya, yang pertama kita sempat perbaiki bersama dengan masyarakat agar akses jalan Wamena ke Yalimo tidak terhambat sebab semua logistik dari Wamena,”jelasnya.

  Ia menyatakan apabila jembatan itu benar -benar dirusak maka akses Jayawijaya dengan Yalimo terputus sementara waktu, dan pihaknya juga masih melakukan pengecekan kira -kira dari kelompok mana yang melakukan pengerusakan itu, sehingga harus dilihat lagi kondisi yang sebenarnya seperti apa disana nanti.

   “Kita masih tunggu hasil pengecekan disana , kalau benar maka akses dari Wamena ke Yalimo juga menjadi terputus dan kita juga belum tahu siapa  dan dari kelompok mana yang melakukan pengerusakan itu,”kata Situmeang. (Jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *