Diklat Pemkot Harus Ketat Prokes

Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM   bersama Wakil Wali Kota Ir H Rustan Saru memberi salam kepada 132 peserta mengikuti Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan II dan III Angkatan VII – X Senin (18/10) lalu. (Gratianus silas)

JAYAPURA– Sebanyak 132 peserta mengikuti Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan II dan III Angkatan VII – X di lingkungan Pemkot Jayapura, Senin (18/10) lalu. Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., yang membuka kegiatan tersebut di Kantor Wali Kota Jayapura, menekankan agar pelatihan harus menerapkan prokes yang ketat.

“Saya minta Kepala BKPP Kota Jayapura agar semua peserta harus rapid antigen, termasuk juga instruktur yang memberikan pelatihan. Jangan buat klaster baru di diklat. Bisa juga dibuat pola baru, seperti melalui zoom, sehingga tidak harus hadir di kelas,” tegas Dr. Benhur Tomi Mano, MM., Senin (18/10) lalu.

Dengan demikian, meminimalisasi terjadinya klaster baru penularan Covid 19 saat diklat. Hal ini Wali Kota Mano tekankan juga dalam Belajar Tatap Muka (BTM) yang kembali dilakukan di Kota Jayapura.

“Ini yang saya tekankan juga kepada Dinas Pendidikan seiring dimulainya BTM jenjang SD dan SMP di Kota Jayapura. Jangan sampai ada klaster baru,” tambahnya.

Kepala BKPP Kota Jayapura, Robert Betaubun, menjelaskan bahwa diklat yang dilaksanakan itu sudah sesuai instruksi Wali Kota Jayapura.

“Sebagai pengelola diklat, ini tetap kita mengikuti prokes yang ketat sebagaimana yang diatur dalam Perda 3/2020 dan instruksi Wali Kota Jayapura. Semua peserta wajib prokes ketat,” jelas Robert Betaubun. (gr/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *