Tingkatkan PAD dan Penyerapan Tenaga Kerja, 140 Kayu Diekspor ke Cina

Kepala dinas Kehutan dan Lingkungan Hidup Papua, Jan Jap Ormuseray berfoto bersama dengan pihak PT. Cenderawasih Kayu Indah  dalam launching ekspor perdana olahan kayu di Abe Pantai Jayapura, Senin (18/10) kemarin. (Erik / Cepos)

JAYAPURA – Sebanyak kurang lebih 140 kubik kayu setengah jadi olahan jenis merbau dari Papua diekspor ke Shanghai, Cina. Ekspor kayu yang sudah setengah jadi itu dilakukan oleh PT. Cenderawasih Kayu Indah yang merupakan binaan Dinas Kehutan dan Lingkungan Hidup Papua yang diperuntukan untuk peningkatan pendapatan daerah Papua, sekaligus mendorong penyerapan tenaga SDM untuk pengelolaan potensi hasil kayu.

“Memang sekarang kita dalam pemulihan ekonomi, salah satunya kita dorong itu ekspor. Kita sudah lakukan pertama di Timika dari sektor perikanan, bersyukur sama Tuhan kita lakukan lagi untuk ekspor kayu. Rencana memang akan dikembangkan lagi apa unggulan daerah yang bisa menyentuh, bukan hanya mendorong kualitas, tapi kuantitas,” ungkap Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi UKM, dan Tenaga Kerja (Perindagkop) Papua Omah Laduani Ladamay usai launching perdana ekspor kayu di Jayapura, Senin (18/10).

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Papua Jan Jap Ormuseray mengatakan PT. Cenderawasih Kayu Indah ini merupakan binaan dari Dishut LK Papua, dimana ekspor kayu olahan ini sudah memenuhi administrasi baik dari Bea Cukai dan Sucofindo.

“Semua kayu olahan ini sudah memenuhi administrasi dari Bea Cukai dan Sucofindo yang merupakan perusahaan inspeksi untuk lakukan pengawasan, pengkajian, pengujian, dan pemeriksaan terhadap kualitas, keamanan, mutu, hingga lingkungan dari produk dan jasa perusahaan tersebut,” ujar Ormuseray.

“Ini penting sekali di masa sulit karena kita butuh sekali pajak ekspor dan masuk langsung ke Pemprov Papua. Bulan depan bisa meningkat lagi, seiring pembangunan pabrik di Senggi. Ini sangat membantu sekali, peningkatan pendapatan daerah, apalagi ini terlibat banyak sekali masyarakat Papua di sekitar hutan dan industri,” katanya.

Owner PT. Cenderawasih Kayu Indah Fery Tamstill menambahkan, ekspor kayu tersebut akan dilakukan secara berkelanjutan dengan rutin tiap bulannya agar mendapatkan nilai tambah peningkatan pendapatan daerah dari potensi-potensi unggulan.

“Jadi memang ekspor ini transitnya di Surabaya, tapi segala dokumen semua berasal dari Papua, dan tercatat ekspor kayu dari Papua. Dan secara rutin, tiap bulan kita akan ekspor selain Cina, tapi seluruh Uni Eropa dan Australia itu produk yang memang sudah jadi tinggal digunakan langsung,” ucap Fery.

Fery mengaku ekspor kayu olahan dari Papua ini untuk meningkatkan daya saing, apalagi bisa menyerap tenaga kerja Papua untuk bekerja lantaran peralatan sudah tersedia untuk dikelola secara langsung.

“Kita tinggal di Papua harus berikan juga untuk Papua, bukan hanya ambil bahan bakunya di sini terus dikelola di sana, tapi kita juga bisa kelola di sini, bagaimana bisa berikan dampak positif karena sudah diberikan kepercayaan bekerja di Papua. Kayu ini untuk bahan baku industri pekerjaan pintu dan jendela, ini juga diharapkan bisa jadi pemicu yang lain untuk lakukan yang sama supaya ada peningkatan PAD dan meresap SDM Papua disini,” tutup Fery. (eri/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *