PON Usai, Hak Pemilik Ulayat Jangan Juga Harus Tuntas

Venue dayung yang berada di kawasan teluk Youtefa merupakan salah satu venue yang paling banyak dikunjungi masyarakat selama PON XX. Venue dayung merupakan salah satu tempat yang dinilai belum selesai urusan dengan pemilik hak ulayat. (WENNY FIRMANSYAH/CEPOS)

JAYAPURA – Perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua akhirnya usai. Kerja keras seluruh komponen patut diapresiasi mengingat Papua akhirnya bisa menunjukkan pada daerah lain bahwa provinsi terujung Indonesia ini bisa menggelar event nasional. Banyak venue yang digarap megah dan menjadi kebanggaan seluruh masyarakat. Hanya saja dari usainya pagelaran PON ini diharapkan tidak sekedar sukses event tetapi juga sukses administrasi.  Jangan justru  setelah PON muncul persoalan – persoalan baru yang akhirnya merusak citra tuan rumah.

“Kita bersyukur bahwa semua sudah selesai, banyak yang lega karena agenda akbar ini benar – benar bisa digarap di Papua dan itu kita buktikan bersama. Ini kebanggaan semua. Hanya saya pikir masih banyak PR yang harus diselesaikan,” kata salah satu anggota Kelompok Khusus DPR Papua, Yonas Nusi di ruang kerjanya pekan kemarin. Ia menyebut bahwa lokasi venue dipastikan menggunakan tanah adat milik masyarakat adat sebab hingga kini tak ada venue yang dibangun di tanah milik pemerintah.

“Jangan karena sudah selesai namun pembayaran lokasi venue tidak kunjung dituntaskan. Saya pikir ketika masyarakat pemilik ulayat sudah memberikan lokasinya maka pemerintah juga perlu  mengimbangi dengan menuntaskan kewajiban pembayaran bagi yang belum diselesaikan,” jelas Yonas. Namun apabila masih ada terkendala semisal dana belum cair, ini juga perlu diberikan penjelaskan kepada masyarakat agar tak ada  resistensi di lapangan apalagi akhirnya terjadi hal – hal yang tidak diinginkan. Hal serupa disampaikan akademisi Uncen, Marinus Yaung yang mengingatkan pemerintah terutama gubernur untuk merealisasikan janjinya berupa bonus bagi para atlet yang meraih medali emas.

“Yang terdengar ketika itu adalah yang meraih emas mendapatkan Rp 1 miliar perorang nah ini perlu segera dibayarkan sebelum keringat para atlet ini mengering. Memang bukan uang kecil tapi karena sudah dijanjikan maka harus dibayarkan dan semoga menjadi semangat bagi para atlet yang sudah bisa mengukir prestasi,” imbuhnya. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *