Pemain Sepak Bola PON Papua Layak Bela Timnas

Pemain sepakbola Papua saat melakukan selebrasi usai memenangi laga final PON XX 2021 di Stadion Mandala Jayapura, Senin (18/10). (Erik / Cepos)

JAYAPURA – Tanah Papua memang tidak pernah hentinya melahirkan generasi emas sepakbola. Beberapa diantaranya mencuat melalui event nasional, salah satunya Pekan Olahraga Nasional atau PON.

Banyak pesepakbola lahir dari event olahraga nasional empat tahunan tersebut. Seperti Boaz Solossa, Ricardo Salampessy, Titus Bonai, Osvaldo Haay dan beberapa Mutiara Hitam lainnya.

Di PON XX 2021 yang baru saja selesai digelar juga akan melahirkan beberapa generasi emas. Sukses menjadi kampiun, sepakbola Papua di bawah asuhan Eduard Ivakdalam memiliki deretan pemain yang memiliki kualitas rata-rata.

Ricky Cawor, I. Nyoman Ansanai, Rafiko Nawipa, Samuel Balinsa, Jefron Sitawa, dan Hakim serta beberapa pemain lainnya dianggap layak untuk diberikan kepercayaan untuk menjadi bagian dari Garuda muda Indonesia.

Juru taktik Sepakbola Papua, Eduard Ivakdalam mengatakan, bahwa hampir seluruh pemainnya memiliki kualitas yang menjanjikan untuk bermain pada kompetisi profesional bahkan timnas junior.

“Saya menyiapkan tim ini setelah di PON mereka nantinya akan bermain di profesional itu, dan saya hanya bisa membantu mempersiapkan mereka sebaik mungkin dan mereka sudah jawab,” ungkap Edu sapaan akrabnya kepada Cenderawasih Pos belum lama ini.

“Dan jika mereka dipanggil ke Timnas dan dapat tim yang bagus saya pikir itu sudah tepat dan semua mata sudah melihat mereka dan yang saya inginkan pemain ini menjadi pemain yang hebat,” sambung Edu.

Edu juga membeberkan, bahwa sebelum laga final. Beberapa pemainnya telah mendapatkan tawaran dari klub tanah air, baik liga 1 dan liga 2.

“Gangguan memang kemarin itu ada, banyak telfon mereka, banyak agen yang membangun komunikasi dengan mereka. Tapi saya sampaikan berhenti dulu, karena masih ada sesuatu yang kami harus tuntaskan. Dan sekarang pekerjaan kami sudah selesai, silahkan karena bukan tanggung jawab saya lagi,” ujar Edu.

Legenda hidup Persipura Jayapura dan Persemi Mimika itu juga berharap, pemain yang ia bina selama 2 tahun 4 bulan itu bisa melampaui apa yang sudah ia torehkan selama merumput di sepakbola tanah air.

“Bukan hanya saya yang punya nama besar tapi pemain saya juga. Saya mau nama mereka lebih besar dari saya. Dan saya membantu mereka agar penghasilan mereka agar mereka bisa membantu orang tua juga,” pungkas Edu. (eri/gin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *