Jangan Salahkan Pemerintah Jika Fasilitas Rusak

Pengunjung  Pantai Dok II Jayapura yang sebagian besar anak – anak muda terlihat duduk dengan menginjak bagian lantai yang seharusnya dipakai untuk duduk. Lantai untuk duduknya   dijadikan tempat meletakkan helm. Perilaku warga yang seenaknya ini disorot karena bisa saja fasilitas yang baru dibangun ini kembali rusak. ((Gamel Cepos))

JAYAPURA – Lokasi trotoar di depan Kantor Gubernur Papua, Jl Soa Siu telah diperluas dan dibenahi sedemikian apik. Tempat duduk yang dulunya terbuat dari keramik dan pecah – pecah juga telah diganti menjadi lebih menarik. Lokasi ini kini bisa dibilang lebih layak untuk dijadikan tempat nongkrong khususnya sore hari. Hanya saja disayangkan karena  masih banyak warga yang tak paham dengan fungsi fasilitas yang disiapkan pemerintah. Bangku dari beton yang seharusnya dipakai untuk  duduk justru menjadi tempat kaki sehingga  bagian lantainya cepat sekali kotor dipenuhi tanah dan pasir.

Ini membuat orang lain yang baru datang dan ingin duduk justru tidak bisa karena lantai duduk kotor  dengan tanah. Jika lantainya kering mungkin masih bisa dibersihkan namun jika basah tentu tidak akan diduduki. “Kadang bingung juga dengan pola pikir mereka yang mengaku modern, gaul dan ingin dipandang akhirnya duduk dengan kelompok – kelompoknya.  Kebanyakan dipastikan berpendidikan namun perilaku dan karakter tidak mencerminkan itu,” kata pegiat social Kota Jayapura, Gunawan, Senin (18/10). Kebanyakan masyarakat terlebih anak – anak muda menurutnya lebih banyak ingin yang simple, nyaman tanpa harus melihat fungsi dan aturan.

“Terkesan konyol saja, itukan untuk  duduk karena sudah dibuatkan seperti itu modelnya tapi masih banyak  yang menjadikan sebagai tempat kaki. Kalau fasilitas ini kembali rusak nanti salahkan pemerintah dengan mengatakan tidak menyiapkan fasilitas padahal ia sediri yang merusak dan menggunakan tidak benar,” sindirnya. Tak hanya itu, kesadaran warga atau pengunjung pantai depan Kantor Gubernur untuk sampah sendiri masih sangat minim. Datang bersih tapi pulang meninggalkan sampah. “Padahal mereka sekolah loh,” cecar Gunawan. Selain itu Gunawan melihat kebanyakan pengunjung tak lagi menerapkan protokol kesehatan. Ini yang menurutnya perlu dipertanyakan apakah pemerintah sengaja mengendorkan dengan alasan  menumbuhkan pertumbuhan ekonomi atau memang warganya yang bandel, tidak tertib.

“Banyak pedagang juga sudah tidak maskeran. Pengunjung juga demikian padahal angka covid pasca PON mulai muncul satu – satu. Jangan meledak lagi baru kita bingung lagi padahal diri sendiri tidak memproteksi diri secara baik,” tutupnya. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *