Jangan Ada Upaya Memecah Belah Tabi

Daniel Toto (Robert Mboik Cepos)

SENTANI– Plt. Ketua Dewan Adat Wilayah Tabi, Daniel Toto menegaskan, ada upaya yang dilakukan sekelompok masyarakat di wilayah adat Tabi  untuk memecah belah persatuan dan kesatuan yang sudah dibangun selama ini. Lantas dia mengingatkan agar kelompok-kelompok tersebut tidak menciptkan opini yang berpotensi mengacaukan segala upaya yang sudah dilakulan oleh dewan adat Tabi selama ini.

Pernyataan ini disampaikan Daniel Toto untuk memberikan klarifikasi sekaligus menjelaskan kepada publik Tabi, soal pernyataan Ismail Mebri yang mengatakan, Dewan Adat Tabi sudah dikendalikanya, di mana pernyataan itu disampaikan dalam pertemuan di Jayapura beberapa waktu lalu dengan Wapres Maruf Amin dan sejumlah tokoh nasional.

“Mengenai pernyataan yang dibuat oleh Ismail Mebri pada saat pertemuan dengan wakil presiden,  itu ada hubungan perjuangan masyarakat Tabi untuk bagaimana menjadi provinsi.  Ini perjuangan yang sudah lama, bukan perjuangan yang baru,”tegas Daniel Toto dalam jumpa persnya di Kantor Bupati Jayapura, Senin (18/10).

Dia menjelaskan, arah perjuangannya sudah jelas bahwa Tabi berjuang untuk mendukung pemekaran 4 provinsi lainnya di wilayah Papua berdasarkan wilayah adat. Karena itu, ada hubungannya dengan konsep pembangunan dengan pendekatan 5 wilayah adat di Papua.

Karena itu, pernyataan kelompok tertentu yang menyebutkan Tabi itu harus mekar,  merupakan  pernyataan yang sangat keliru. Sehingga dia meminta kelompok-kelompok yang mengatas namakan dirinnya perwakilan masyarakat Tabi untuk tidak membuat pernyataan yang keliru. Harus dipahami, Tabi tidak dimekarkan, namun masyarakat adat Tabi mendukung agar daerah otonomi baru di Papua ini perlu dimekarkan berdasarkan lima wilayah adat itu.

“Provinsi Tabi tetap, entah namanya nanti yang dirubah, jadi Tabi atau tetap Papua, itu nanti,” tegasnya.

Kemudian dia juga menegaskan, masyarakat adat Tabi saat ini hanya satu dalam bingkai Dewan Adat Masyarakat Adat Tabi.  Karena itu, tidak diakui jika ada kelompok-kelompok baru yang muncul mengatasnamakan dirinya sebagai Dewan Adat Tabi atau apapun namanya.

“Dewan adat Tabi tetap satu dan masyarakat adat Tabi tetap utuh menuju satu tujuan yaitu bagaimana bisa mendapatkan legitimasi dengan adanya pemekaran 4 provinsi yang baru,” tambahnya. (roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *