496 Guru Kontrak Asli Lanny Jaya di Lepas Mengabdikan Diri 

 

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lanny Jaya Tan Wanimbo S.Sos. M.Si ketika memberikan arahan kepada 496 Guru kontrak OAL di halaman Kantor Bupati Lanny Jaya, Senin (18/10). (Humas For Cepos)

 

TIOM-Sebanyak 496 Guru Kontrak Orang Asli Lanny Jaya (OAL) yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan oleh LPMP Provinsi Papua akhirnya dilepas untuk mengabdikan diri di TK dan sekolah dasar yang ada di Lanny Jaya sesuai daerah asal guru kontrak tersebut tersebut.

 

Pelapasan tersebut dilakukan di halaman Kantor Bupati Lanny Jaya pada Senin (18/10). Dalam kegiatan tersebut Bupati Lanny Jaya Befa Yigibalom SE. M.Si turut memberikan arahan melalui telpon selulernya yang langsung didengarkan oleh para Guru Kontrak OAL tersebut.

 

Adapun jumlah 496 guru OAL yang dikontrak melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Lanny Jaya tersebut terdiri dari 256 Guru di 151 TK, 240 Guru di 57 Sekolah Dasar. 496 Guru Kontra OAL adalah Putra-Putri Asli Lanny Jaya dari berbagai tamatan perguruan tinggi dari berbagai jurusan yang belum mendapatkan pekerjaan.

 

“Perekurutan ini berdasarkan keputusan dan kebijakan Kepala Daerah tertanggal 31 Desember 2020 pada saat kunci tahun 2020 di Distrik Gupura berdasarkan keadaan kekurangan guru di tingkat dasar . Sebagian besar mereka ditempatkan di distrik atau kampung asal agar mereka mengapdikan diri kepada adik-adik mereka di seluruh Lanny Jaya,”Bebernya.

 

Dirinya juga menyampaikan terimakasih kepada Bupati Lanny Jaya yang telah membuat kebijakan tersebut guna menyelamatkan geresi penerus Lanny Jaya.”Program ini sangat menolong di bidang pendidikan tingkat dasar dan menciptakan lapangan kerja untuk adik adik yang mendiami negeri ini . Kebijakan ini sangat-sangat menolong,”Pungkasnya.

 

Sementara itu staf ahli Bupati Lanny Jaya Alpius Yigibalom SH .M.Si yang hadir pada kegiatan tersebut menyampaikan kepada guru-guru yang sudah dikontrak agar mengapdikan diri kepada anak-anak penerus Lanny Jaya.”Jangan sekali kali tinggalkan tempat tugas , Kordinasikan kepada kepala sekolah, kepala Kampung dan juga masyarakat setempat,”Pungkasnya.(humas/gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *