Sering Banjir, Kali Yaro Butuh Normalisasi dan Talud

Anggota DPR Papua dari Fraksi 14 Kursi Otonomi Khusus (Otsus) John NR Gobay dalam kunjugannya ke sungai Yaro, Distrik Wanggar, Kabupaten Nabire, Sabtu (16/10). (Dok NR Gobay for Cepos)

JAYAPURA-Anggota DPR Papua Dari Fraksi 14 Kursi Otonomi Khusus, (Otsus) John NR Gobay  mengungkapkan bahwa dari hasil kunjungan kerjanya, pihaknya merangkum sejumlah persoalan masyarakat di sepanjang Sungai Yaro, Distrik Wanggar Kabupaten Nabire. Menurutnya, ada sejumlah persoalan yang ia dapat, dimana warga terus saja mengalami kebanjiran saat hujan besar di sungai itu.

  “Ketika hujan terus menerus, sungai ini kadang banjir dan meluap ke rumah rumah warga dan memutus jalan utama ke Kampung Yaro 2 dan Wanggar Pante,” kata Gobai kepada Cenderawasih Pos, melalui telepon selulernya, Sabtu, (16/10).

  Sekertaris Dewan Adat Papua itu juga mengungkapkan bahwa kejadian ini selalu terjadi tiap curah hujan tinggi di wilayah Wanggar. Oleh karena diperlukan adanya tanggul dan juga normalisasi sungai Yaro, Distrik Wanggar, Kabupaten Nabire.

  Selain itu, dari pantauanya ada juga protes warga di jembatan Kimi bawah, dimana Jembatan Sanoba Bawah dan Kimi Bawah, Distrik Nabire Kota dan Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire. “Ada sedikit kejadian kecil di jembatan Kimi Bawah.  yang kami lihat adalah jembatan arah Samabusa terputus, tapi ada insiden kecil di tengah jembatan ternyata ada api (sengaja di bakar) entah siapa pelakunya.”ungkapnya

   “Tapi ini saya pikir sebuah protes kecil agar jembatan segera diperbaiki.

Karena ini jembatan selama ini digunakan untuk masyarakat ribuan orang, maka Pemerintah haruslah dapat membangun jembatan ini dan memperlebar ruas jalannya agar layak untuk digunakan,” katanya. (oel/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *