Jacksen Akui Blunder Pergantian Pemain

Pelatih Persipura Jacksen F Tiago FOTO: SALMAN TOYIBI/JAWA POS

JAYAPURA – Persipura Jayapura kembali tersandung pada lanjutan kompetisi Liga 1 2021. Tim kebanggaan masyarakat Papua itu takluk 1-3 saat bersua dengan Persebaya Surabaya di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (16/10) malam.

Ini kekalahan keempat Persipura dari tujuh partai yang sudah dilakoni. Persipura baru sekali merasakan kemenangan dan dua kali seri sehingga menempatkan Persipura pada posisi 15 dengan 5 poin.

Sementara Persebaya, dengan tambahan tiga poin mendongkrak posisi mereka hingga bertengger pada peringkat 8.

Dalam pertandingan ini, Persipura sebenarnya menguasai jalannya pertandingan. Bahkan tim berjuluk Mutiara Hitam itu unggul lebih dulu (1-0) pada menit 53’ melalui gol Ricky Kayame. Sayangnya, gawang Persipura kebobolan tiga kali pada 27 menit akhir babak kedua melalui penalti Jose Wilkson Teixeira Rocha menit 63’, Taisei Marukawa menit 69’ dan gol Bruno menit 82’.

Pelatih kepala Persipura, Jacksen F. Tiago mengaku, strategi yang mereka terapkan dalam pertandingan ini berjalan sangat baik. Hanya saja, beberapa pergantian yang ia lakukan pada babak kedua dianggap ‘blunder’ dan menjadi biang kerok kekalahan timnya.

Diketahui, dalam posisi unggul 1-0, Jacksen melakukan pergantian pada menit 56’ dengan menarik keluar Ian Louis Kabes dan memasukan Yevhen Bokhashvili. Ia juga menarik Theo Fillo Numberi di menit 61’ kemudian memasukan Fridolin Yoku.

Alih-alih ingin menambah ketajaman lini depannya, pergantian tersebut justru memberikan ruang bagi Persebaya dan menciptakan dua gol dalam kurun waktu 7 menit (63’ dan 69’) dan membuat Persebaya berbalik memimpin 2-1.

Bahkan pada menit 70’, Jacksen kembali melakukan pergantian untuk memperdalam lini tengahnya dengan memasukan Takuya Matsunaga dan menarik Ricardo Salampessy. Namun pergantian tersebut juga kurang efektif. Justru Persebaya menambah pundi-pundi golnya melalui Bruno di menit 82’.

Pertandingan ini juga diwarnai dua kartu merah. Israel Wamiau dari Persipura dan Bruno dari Persebaya harus diganjar kartu merah. Keduanya bersitegang dan harus diusir dari lapangan pada menit 90’.

“Sebenarnya kita punya penguasaan bola, tapi kelihatan sekali bahwa aspek dari pergantian pemain itu tidak membuahkan hasil yang kita harapkan. Boleh dikatakan pergantian yang saya lakukan itu membuat tim kita mungkin lebih longgar dan tidak mendapat hasil yang seharusnya kita dapat,” ungkap Jacksen Tiago dalam zoom meeting, Sabtu (16/10) malam.

“Sebenarnya strategi berjalan sangat baik, sesuai rencana kita, tapi setelah melakukan beberapa pergantian, perubahan begitu drastis terjadi pada tim. Pergantian pemain juga kelihatan sekali kita kehilangan kontrol permainan dan faktor emosional yang tidak terkontrol. Jadi pergantian tadi yang saya lakukan menjadi salah satu alasan tim tidak bisa maksimal pada menit-menit penentuan,” ujar Jacksen.

Tapi pelatih asal Brasil itu juga enggan menyebut pemain asingnya bermain diluar ekspektasi saat masuk sebagai pemain pengganti. Ia hanya membeberkan bahwa pergantian pemain membuat skema permainannya tidak berjalan sesuai dengan rencana.

“Pergantian yang saya lakukan tidak membuahkan hasil yang seharusnya mereka berikan kepada kita, sehingga bisa dikatakan bahwa itu kesalahan dari pelatih,” pungkas Jacksen.

Sementara itu, Takuya Matsunaga menyebutkan jika kondisi timnya saat ini memang kurang baik. Apalagi beberapa di antara mereka baru saja kembali dari cedera panjang. Termasuk dirinya, yang mana laga ini menjadi laga pertamanya musim ini setelah pulih dari cedera.

“Saya belum bermain lama, tapi saya berterimakasih kepada medis tim dan manajer tim yang membantu pemulihan saya. Tim sekarang waktunya susah, tapi semua percaya dengan proses dan kami akan kerja keras,” tegas pemain asal Jepang itu.

Sementara itu, Juru taktik Persebaya Surabaya, Aji Santoso mengaku tidak mudah meraih tiga poin dari pasukan Mutiara Hitam. Ia juga melayangkan pujian kepada seluruh pemainnya yang tampil apik sepanjang pertandingan dan berhasil meraih poin sempurna.

“Pertandingan yang cukup menegangkan bagi kami, dimana pertandingan cukup seru terjadi jual beli serangan meski kami tertinggal 1-0 tapi di akhir pertandingan kami bisa menang. Saya mengapresiasi perjuangan pemain. Pemain bermain bagus dan layak menang, mereka bermain satu dua sentuhan dan itulah ciri khas Persebaya,” kata Santoso.

Santoso juga menuturkan, jika kemenangan yang mereka raih berkat hasil evaluasi yang mereka lakukan di seri pertama. Menurutnya, seri pertama banyak ‘PR’ yang mereka selesaikan, sehingga bisa tampil apik saat mengalahkan Persipura.

“Dari segi hasil saya puas, karena saat seri pertama selesai, saya mengevaluasi fisik, taktik dan teknik. Dan yang pasti, pertandingan ini ciri khas Persebaya sudah kembali. Dan ini modal yang baik untuk pertandingan berikutnya saat menghadapi Persela Lamongan,” pungkas Santoso. (eri/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *