Hari Kebangkitan Masyarakat Adat akan Dirayakan di Sejumlah Tempat

Salah satu tarian adat Sentani dalam menyambut tamu. Foto ini diabadikan saat penyambutan Obor PON di Kabupaten Jayapura pada 1 Oktober lalu. (Robert Mboik Cepos)

SENTANI– Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK)  Kabupaten Jayapura,  Elisa Yarusabra mengatakan,  pada 24 Oktober nanti akan dilaksanakan peringatan Hari Kebangkitan Masyarakat Adat di Kabupaten Jayapura.  Sehubungan dengan hal ini, seluruh kampung di wilayah Kabupaten Jayapura saat ini sudah mempersiapkan hal-hal yang berkaitan dengan peringatan Hari Kebangkitan Masyarakat Adat itu.

“Memperingati hari Kebangkitan Masyarakat Adat di Kabupaten Jayapura ini akan dilaksanakan di sejumlah lokasi.  Kita tidak lagi memperingatinya secara terpusat di Kantor Bupati Jayapura,  karena saat ini pandemi sehingga kita melaksanakannya di beberapa titik,” ungkapnya, Sabtu (16/10).

Sejumlah tempat itu, pertama untuk wilayah DAS Ralibu akan dilaksanakan di Kampung Ayapo, sub DasNolobo di Kampung Adat Yoboi, Waibu di Kampung Adat Dondai,  DAS Moi akan dilaksanakan di Sabron Yaru, di wilayah pesisir akan dilaksanakan di Kampung Dormena dan untuk DAS Oktim  dilaksanakan di Kampung Sabeab, DAS Unurumguay akan dilaksanakan di Kampung Sausuma, Kemtuk Gresi akan dilaksanakan di Kuansu, Namblong akan dilaksanakan di Nimbokrang.

” Beberapa tempat ini akan dijadikan pusat pelaksanaan peringatan Hari Kebangkitan Masyarakat Adat di Kabupaten Jayapura pada tahun ini,” bebernya.

Peringatan Hari Kebangkitan Masyarakat adat di Kabupaten Jayapura ini,  ada rangkaian kegiatan yang dilaksanakan di masing-masing Dewan Adat Suku (DAS).  Agendanya akan ada pelantikan  DAS yang belum pernah dilantik.  Yang kedua akan ada pengesahan kampung adat.  Kemudian akan ada sosialisasi dan diskusi seputar kampung adat dan juga pemetaan kampung adat dan sekolah adat.

“Ada seminar atau lokakarya di tingkat kampung terkait sekolah adat. Kami dari DPMK sendiri akan melaksanakan seminar sehari, kami akan mengundang beberapa DAS dan kampung adat,” ungkapnya. (roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *