Ada Piring Gantung Hingga Alat Kesehatan yang Berserakan

Susilo dari IKA SKMA bersama Marcel Mauri dari Jayapura Litters Picker  memilah sampah yang ditemukan dilokasi wisata, Adjahfuk Resource di Pantai Hamadi, Sabtu (16/10). Dari grebek sampah ini diperoleh 288 Kg sampah. (Gamel Cepos)

JAYAPURA – Lokasi wisata mangrove Adjahfuk Resource memang belum beroperasi. Lokasi ini belum ada aktifitas manusia untuk berwisata karena belum diresmikan. Hanya saja anehnya di lokasi ini sampah tidak pernah habis. Jika minggu ini dibersihkan maka dipastikan minggu depan akan ada sampah dengan jumlah yang hampir sama. Ini seperti yang ditemukan kelompok muda peduli lingkungan dari berbagai komunitas yang melakukan pembersihan di lokasi tersebut.

Dari kegiatan grebek sampah selama hampir 3 jam ini terkumpul 288 Kg sampah. Menariknya dari jumlah tersebut ada juga ditemukan piring gantung atau piring yang biasa dijadikan syarat  untuk  melamar seorang anak perempuan di Papua.

Tak hanya piring gantung, para kelompok muda ini juga menemukan alat kesehatan berupa jarum suntik plus botol – botol obat nyamuk yang mengandung gas beracun. Kegiatan yang diinisiasi Yayasan Eco Nusa dengan menggandeng sejumlah komunitas lingkungan di Jayapura ini merupakan rangkaian kegiatan Aksi Muda Jaga Iklim yang sebelumnya dilakukan penanaman pohon di Pasir VI Jayapura.

“Kami ingin menumbuhkan sebuah gerakan yang sama bagi anak – anak muda khususnya yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan kami senang karena hingga kini  kelompok muda ini yang menggerakkan semua aksi. Kami hanya mendampingi,” kata Astrid dari Yayasan EcoNusa, Sabtu (16/10).

Ia menjelaskan bahwa kegiatan grebek sampah di Ajahfuk ini sendiri dimotori oleh BEM Universitas Muhammadiyah Papua yang dipimpin oleh Ketua BEM,  Yeremias. “Kami senang karena ini kegiatan pertama kali kami dengan teman – teman komunitas,” singkatnya. Sementara Ronnie dari Rumah Bakau Jayapura membenarkan bahwa ada sampah berupa piring gantung da alat kesehatan.

“Ada banyak sekali sampah plastic. Ini nampaknya ketika air naik dan disaat bersamaan turun hujan akhirnya sampah – sampah ini masuk ke kawasan hutan mangrove. Tapi agak aneh kalau ada piring gantung atau piring batu di lokasi ini dan sulit dipercaya jika ia terseret air sebab pasti tenggelam dan terhalang banyak akar,” imbuhnya.

“Alat kesehatan (jarum suntik) ini yang kami pikir sangat berbahaya karena seharusnya tidak dibuang sembarang tempat tetapi harusnya dihancurkan,” imbuhnya. Kegiatan ini juga  melibatkan Ikatan Alumni Sekolah Kehutanan Menengah Atas (IKA-SKMA)  yang dihadiri langsung Ketua IKA SKMA, Susilo serta komunitas yang selama ini konsisten dengan isu sampah, Jayapura Litters Picker. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *