Official Korban Pencurian Diberi Ganti Rugi 

Ketua Harian Subda PB PON Papua Klaster Merauke Elianor Dumatubun saat menyerahkan uang ganti rugi sebesar Rp 10 juta kepada korban, Kamis (14/10) kemarin (Sulo/Cepos)

MERAUKE– Pemerintah Kabupaten Merauke memberikan pengganti atas kerugian  material yang dialami  salah satu official kontingen PON XX Papua asal Provinsi Nusa Tenggara Barat, Lanu Fatana akibat kecurian di penginapan Anggrek, Kelurahan  Karang Indah, Merauke.

  Penggantian kerugian  ini dilakukan oleh Ketua Subda PB PON Papua Klaster Merauke Elianor Dumatubun, atas nama Ketua Umum  Subda PB PON  Papua Klaster Merauke Drs Romanus Mbaraka, MT yang juga  bupati Merauke,  di Kantor KONI Kabupaten Merauke, Kamis (14/10).

   Ganti rugi tersebut berupa uang yang besarnya sama dengan kerugian material yang  dialami korban saat dilaporkan ke SPKT Polres Merauke sebesar Rp 10 juta. Elianor  Dumatubun menjelaskan pergantian  ganti rugi ini terkait dengan peristiwa pencurian  yang dialami dari teman-teman Kontigen PON XX Papua asal  NTB.

   “Kami kemarin didatangi teman-teman dari NTB dan mereka sudah melaporkan ke pihak keamanan dalam hal ini kepolisian. Saya atas nama Ketua Umum  menyampaikan permohonan maaf dan  Ketua Umum menyempaikan ke saya untuk dilakukan pergantian sesuai yang ada di dalam laporan Polisi,” kata Elianor.

   Elianor menjelaskan bahwa pertemuannya  di KONI  dengan korban tersebut untuk menyerahkan ganti atas kerugian yang dialami korban. ‘’Kita sebenarnya mau menjadi tuan rumah yang baik dan tidak terjadi apa-apa, namun di luar kendali kita semua. Mudah-mudahan peristiwa seperti ini tidak terulang lagi dan   Ketua Umum meminta maaf. Mudah-mudahan apa yang  diserahkan  ini dapat membantu korban dan terpenting  kita semua masih sehat.

   Elianor  menjelaskan bahwa sesuai  dengan laporan Polisi, barang korban yang   hilang berupa 2 unit  HP samsung A7, uang tunai  Rp 1 juta, jam tangan merk Alexander Kristi, souvenir-souvenir, tas dan dompet yang berisi  ATM dan sebagainya dengan total kerugian Rp 10 juta, sesuai BAP.

    Sementara itu, korban Lanu Fatana mengaku bahwa pada awalnya dirinya sempat kecewa dengan peristiwa yang dialaminya itu. “Namun semua ini kembali lagi bahwa musibah itu tidak bisa kita hindari. Karena kami juga datang ke sini dengan tujuan yang baik, tapi kembali lagi bahwa musibah itu tidak bisa kita hindari,” terangnya.

   Lanu Fatana   menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Merauke dalam hal ini  Bupati Merauke yang sudah peduli dengan kejadian tersebut. “Kami terima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah peduli dengan  kejadian yang saya alami ini. Sebenarnya  kami tidak terlalu menuntut, namun  karena  mau pulang ke daerah dengan tangan kosong sehingga kami mencoba  dengan  mekanisme yang ada dengan berkoordinasi dengan KONI dan panitia sehingga alhamdulillah kami diberikan  Rp 10 juta sesuai dengan kerugian material  yang saya alami,” terangnya.

   Sementara ityu, Kapolres Merauke AKBP  Ir. Untung  Sangaji, M.Hum melalui  Kabag Ops yang hadir  menyaksikan penyerahan ganti rugi itu mengatakan bahwa korban  mencabut laporan polisi  atas kasus yang dialaminya  sehingga perkara tersebut tutup. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *