12 Atlet/ Ofisial PON Masih Dirawat

dr. Ni Nyoman Sri Antari (dok /cepos)

BTM: Pelayanan Bagi Mereka yang Terpapar Covid 19 Harus Maksimal

JAYAPURA– Dalam kaitannya dengan perkembangan Covid 19 di Kota Jayapura, diketahui bahwa hingga saat ini, dari 12.882 kasus secara kumulatif, tinggal 24 kasus dalam perawatan, di mana 12.590 kasus telah sembuh, dan 268 kasus meninggal dunia.

Dari 24 kasus ini, 13 kasus di antaranya menjalani perawatan di kapal isoter KM Tidar di Pelabuhan Jayapura. Adapun 12 kasus yang sementara dirawat di antaranya merupakan atlet/ofisial PON yang terpapar Covid 19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, dr. Ni Nyoman Sri Antari menyampaikan bahwa total atlet PON yang terpapar Covid 19 di Kota Jayapura sebanyak 22 orang. Namun, 10 orang di antaranya telah dinyatakan sembuh. Kini tinggal menyisakan 12 orang lainnya yang masih dirawat.

Dari total kasus dalam perawatan, semuanya berasal dari berbagai distrik, di antaranya 2 kasus dari Jayapura Utara, 5 kasus dari Jayapura Selatan, 3 kasus dari Heram, dan 2 kasus dari Abepura. Sedangkan dari Muara Tami tak ada kasus sama sekali.

Sementara itu Ketua Sub PB PON Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., meminta PB PON Papua untuk menyediakan tempat perawatan khusus bagi para atlet, ofisial, dan perangkat pertandingan yang terpapar Covid 19.

Kata pria yang akrab disapa BTM ini, ketika atlet, ofisial, maupun perangkat pertandingan terpapar Covid 19, maka akan mendapat perawatan di tempat isolasi mandiri Pemkot Jayapura, yakni kapal isoter KM Tidar. Namun, tak jarang adapula yang meminta untuk dirawat di rumah sakit.

“Saran kami kepada PB PON Papua, harus ada tempat khusus bagi para atlet, ofisial, dan perangkat pertandingan, rumah sakit mana yang kerja sama dengan PB PON Papua, sehingga atlet dan ofisial, perangkat pertandingan ini kita rawat mereka di sana,” jelas Dr. Benhur Tomi Mano, MM., Kamis (14/10) kemarin.

“Kita harus hargai mereka. Apalagi mereka datang mewakili daerah mereka, datang dengan mengikuti ajang tingkat nasional, sehingga pelayanan kesehatan yang diberikan pun harus maksimal, termasuk bagi yang terpapar Covid 19,” tambahnya.(gr/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *