11 Orang Diperiksa, Suami Korban Syok

AKP. Lintong Simanjuntak (Gamel/Cepos)

JAYAPURA-Sebanyak 11 orang saksi diperiksa dari kasus kebakaran Ruko Rezeki di Jalan Baru Melati belakang Ramayana Kelurahan Waimhorock Distrik Abepura. Sebelas orang ini merupakan karyawan dari toko tersebut.

Sementara hingga, Kamis (14/10) kemarin suami dari korban, Nur Alvian (28) masih belum bisa dimintai keterangan.

Pria bernama Asep ini masih syok karena tidak pernah menduga jika istri dan dua anaknya harus tewas saat itu juga. Bahkan informasi yang diterima Cenderawasih Pos menyebutkan jika Nur Alvian ini tengah mengandung anak ketiganya.

“Ada 11 orang yang kami mintai keterangan dan ini dari Toko Rezeki dan Ice Bakery,” kata Kapolsek Abepura, AKP Lintong Simajuntak di ruang kerjanya, Kamis (14/10). Hanya hingga kemarin ia sendiri belum bisa memastikan apa penyebab kebakaran atau darimana awal mula munculnya api.

“Dari saksi  – saksi yang kami tanya mengatakan tak ada yang menghidupkan kompor. Lalu saksi juga menyampaikan bahwa sebelum kejadian karyawan di kamar 1 sempat keluar dan berteriak ada kebakaran dan asap ketika itu berasal dari lantai II. Ada juga yang melihat travo yang terbakar kemudian mengeluarkan percikan api dan di situ listrik mulai padam,” kata Lintong.

Ia membenarkan bahwa api cepat membesar dan  sulit dipadamkan lantaran saat kejadian toko dalam keadaan tertutup dan banyak  jualan berbahan plastik.  Isi ruangan ruko semakin panas karena asap hanya berputar di dalam ruangan.

Selain itu situasi di  dalam ruko gelap karena listrik mati dan kejadian masih pukul 02.30 WIT. “Suami korban  memang sempat turun ke lantai 1 untuk meminta tolong namun saat mau naik ternyata asap sudah menutupi ruangan,” sambung Kapolsek.

Dari kebakaran ini ia juga membenarkan bahwa petugas sempat kecele lantaran mengira api sudah padam ternyata setelah proses pemadaman mulai longgar, ternyata api di dalam kembali menyala dan  membakar lantai I.

Warga mengatakan lantai I sejatinya masih bisa diselamatkan jika upaya pemadaman terus dilakukan namun dikarenakan sempat dikira api telah padam ternyata api masih menyala.

“Warga di bagian belakang sempat teriak ada api keluar dari dinding dan di situ warga mulai panik karena api ternyata belum padam,” singkat Afril warga di sekitar lokasi.

Menurut Kapolsek karena api kembali menyala inilah akhirnya proses pemadaman berlangsung hampir 4 jam. “Ia kami  pikir api sudah dikendalikan tapi ternyata di bagian bawah ikut terbakar. Awalnya hanya 1 pintu yang terbuka namun karena api masih menyala akhirnya kami  dobrak semua pintu karena tak ada cara lain,” imbuhnya. Saksi lain menyebut jika suami korban, Asep terlihat berupaya keras menyelamatkan anak istrinya akan tetapi takdir meminta lain. “Ada yang bilang anaknya yang besar ini sempat mengintip di lantai III makanya ayahnya ini tetap berjuang naik sampai ke atas dan akhirnya   pergelangan tangannya terluka,” jelas warga tersebut.

Polisi berencana segera melakukan olah TKP dengan melibatkan tim Labfor. “Ia segera  tim labfor periksa penyebab kebakarannya,” imbuh Lintong. (ade/cr-265/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *