Prediksi Penonton Final Bakal Berjubel

Jhon Betaubun ((Gamel Cepos))

JAYAPURA – Partai Final  cabang sepakbola pada PON XX di Stadion Mandala Jayapura dipastikan bakal meledak. Warga Kota Jayapura selama ini dipaksa menahan kerinduan untuk menyaksikan pertandingan sepakbola lantaran pandemi covid.   

Tak ada ijin yang diberikan untuk pertandingan apapun karena dikhawatirkan akan menimbulkan penumpukan  orang. Namun dengan dalih PON semua perijinan tersebut mengalir begitu saja dan ribuan penonton diprediksi akan kembali memenuhi sudut – sudut stadion layaknya partai semifinal kemarin.

Dengan atmosfir penonton pada partai disemifinal dimana Papua akhirnya lolos bertemu tim Aceh di partai final maka kondisi  Stadion Mandala Jayapura diyakini akan berjubel. Ini dikhawatirkan justru menjadi media penyebaran covid. Pihak kepolisian sendiri menyatakan akan berupaya agar penonton tetap sesuai aturan. Menggunakan masker dan jumlah yang dibatasi, paling tidak 25 persen dari jumlah normalnya. Namun menurut pegiat social Kota Jayapura, Gunawan hal tersebut nampaknya mustahil dilakukan. Pasalnya animo partai semifinal sudah bisa dihitung seperti apa sehingga ini akan tercermin pada partai final dan bahkan lebih dari itu. “Bisa dua kalinya jadi kalau dikatakan akan dibatasi saya pikir sulit. Sangat sulit karena ini kerinduan yang sudah lama sekali. Aparat keamanan bisa menahan jumlah penonton jika yang masuk final bukan dari Papua tapi ini tim PON Papua yang melaju jadi nampaknya kita akan menemukan satu titik keramaian yang sewaktu – waktu bisa menjadi klaster baru. Ini diakui saja,” kata Gunawan, Rabu (13/10).

Lalu meskipun telah difasilitasi menggunakan videtron namun Gunawan memprediksi bahwa penonton akan tetap sama terkecuali laga dimainkan pada malam hari. “Mungkin itu satu cara untuk mengeliminir penonton, semisal dimainkan jam 10 malam tentunya  penonton dari luar Jayapura juga pikir – pikir bagaimana kalau tetap nonton dan harus pulang jauh,” tambahnya. Sebelumnya Wakil Ketua  DPRD Kota Jayapura, Jhon Betaubun menyampaikan bahwa penonton silahkan saja datang namun tetap mematuhi protokol kesehatan dan tidak memaksa jika sudah penuh. “Ini  untuk kelancaran dan kebaikan bersama juga. Kalau semua ingin masuk sementara kursi yang disiapkan juga terbatas nantinya malah ribut selain itu masyarakat juga perlu memahami bahwa covid belum usai,” tutupnya. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *