Pengaturan Penonton yang Masuk SULE Harus Diatur Baik

Jack Komboy (dok/Cepos)

JAYAPURA– Ketua Pansus PON XX dan PPN XVI DPRP Papua, Kamasan Jacob Komboy mengungkapkan bahwa panitia harus menjadikan pembukaan PON menjadi pelajaran berharga dan tidak terjadi lagi dalam penutupan PON XX di Stadion Utama Lukas Enembe (SULE) Jumat (15/10) besok.

“Jangan sampai terjadi lagi ada kejadian di penutupan, terutama masyarakat bisa antre untuk berlomba-lomba untuk mendapatkan undangan,”ungkapnya kepada wartawan Rabu (13/10) kemarin.

Jack berharap, masyarakat dapat mengaturnya dengan baik, sehingga tidak menimbulkan masalah, terutama menimbulkan kerumunan massa seperti yang terjadi sebelumnya. Oleh karena itu, hal ini harus menjadi perhatian PB PON dalam mengatur penutupan PON nanti.

“Kita sekarang menghindari kumpulnya banyak orang dan antrean atau kerumunan. Sudah ada pengalaman yang pertama, sehingga harus dijadikan sebagai pengalaman dan catatan, sehingga tidak terulang lagi di penutupan,”ucapnya.

Politisi Partai Hanura ini menyampaikan, undangannya harus diperjelas, terutama di buka di tempat-tempat mana saja. Seharusnya waktu pembukaan sudah dirancang, karena pasti banyak orang akan menyaksikan langsung acara pembukaan dan penutupan PON Papua.

“Ini merupakan hal yang terulang, saya minta tolong ini menjadi pelajaran dari situasi yang sudah terjadi pada awal pembukaan PON lalu. Intinya hindari kerumunan dan diatur secara baik,” ujarnya.

Mantan pemain Persipura itu berharap, panitia yang mengatur acara pembukaan dan penutupan dapat diatur secara baik serta memberikan kepastian mengenai syarat dan dikoordinasikan serta dikomunikasikan secara baik, sehingga jangan masing-masing bicara, tetapi harus diberikan kepastian mengenai syarat-syarat tersebut. (bet/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *