IRT dan Dua Anaknya Tewas

Petugas Pemadam Kebakaran Kota Jayapura dibantu aparat TNI-Polri dan warga saat berusaha memadamkan api yang kembali menyala dan membakar ruko tiga lantai di Jalan Baru Melati belakang Mal Abepura, Rabu (13/10) . (Ayu/Cepos)

Kondisi ruko Rezeki yang  hangus terbakar saat masih disemprot  oleh  sejumlah mobil pemadam kebakaran yang dibackup dua unit water canon dari pihak Brimobda dan Polresta. Kebakaran ini menewaskan tiga orang dan kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.(Gamel/Cepos)

*Kerugian Akibat Kebakaran Ruko Tiga Lantai Ditaksir Miliaran Rupiah

JAYAPURA – Belum selesai penanganan kebakaran di samping Pasar Youtefa Abepura, kini petugas pemadam kebakaran dan kepolisian dikagetkan dengan terbakarnya sebuah ruko (rumah toko) barang kelontongan, Rezeki.

Ruko tiga lantai yang berada di Jalan Baru Melati belakang Ramayana, Kelurahan Waimhorock Distrik Abepura ini ludes terbakar  bahkan merenggut tiga nyawa dari kejadian tersebut.

Api sulit dipadamkan lantaran untuk lantai 2 banyak produk berbahan plastik.

Ketiga korban sendiri merupakan seorang ibu rumah tangga dan dua orang anaknya. Sang suami  bernama Asep sendiri berhasil selamat meski mengalami luka cukup parah di bagian tangannya.

Dari keterangan saksi menyebutnya awalnya Asep mencoba mengevakuasi karyawan lainnya sambil meminta tolong untuk menyelamatkan istri dan anaknya. Ia  dikatakan berusaha turun ke lantai 1 namun tidak mendapatkan bantuan dan asap semakin pekat. Iapun mencoba naik ke lantai II untuk selanjutnya ke lantai III  guna menyelamatkan istri dan anaknya namun gagal lantaran api semakin membesar. Ia juga mencoba naik lewat kanopi namun tetap gagal.

Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Gustav   Urbinas melalui Kapolsek Abepura AKP Lintong Simanjuntak menyampaikan, selain ruko tiga lantai, api juga menghanguskan toko lainnya yaitu Ice Bakery dan Toko Rezeki.

Kapolsek Lintong menjelaskan bahwa tiga korban tersebut adalah Nur Alvian (28) bersama kedua anaknya Najwa (9) dan Alya (2). Ketiganya gagal menyelamatkan diri dan terjebak di lantai III karena api sudah membesar.

Dari kronologis yang disampaikan diketahui api awalnya mulai terlihat sekira pukul 02.30 WIT. Dimana diduga api mulai menyala dari lantai II bagian depan Toko Ice Bakery yang dikelola oleh Yeni. Api kemudian merambat ke ruko Rezeki di lantai II lalu merembat ke lantai III dan kembali turun ke lantai I.

Dengan kondisi panik, diduga  korban kebingungan untuk menyelamatkan diri namun gagal. Para saksi yang menempati lantai III bangunan toko terbangun dan melihat api sudah membesar disertai kepulan asap hitam yang memenuhi bagian dalam toko namun tetap berupaya turun ke lantai I menggunakan tangga tengah.

“Semua panik dan tidak bisa saling menyelamatkan lagi. Seorang wanita dan kedua anaknya terjebak di atas lantaran akses jalan untuk ke tangga sudah tidak bisa dilewati lagi,” beber Lintong.

Ini juga tak lepas dari isi atau barang – barang di dalam toko   berbahan plastik dan mudah terbakar.

Api  akhirnya baru berhasil dipadamkan empat jam setelah menurunkan lima unit mobil pemadam kebakaran, 2 unit mobil suplai air, 1 unit water canon Brimobda Papua  dan 1 unit AWC Polresta Jayapura Kota.

Para korban sendiri baru berhasil dievakuasi pada pagi hari sekira pukul 07.00 WIT karena asap ketika itu masih memenuhi ruko.

Ketiga jenazah kemudian  dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara.  Warga sekitar juga tak bisa banyak membantu, mengingat  meski posisi ruko di pinggir jalan namun semua tertutup dinding dan air hanya bisa disemprotkan lewat pintu depan. Itupun harus bertarung dengan pekatnya asap hitam.

Terkait penyebabnya hingga kini pihak kepolisian belum bisa memastikan namun dugaan sementara api berasal dari lantai II Ice Bakery. Sedangkan untuk total kerugian ditaksir berjumlah miliaran rupiah. Polisi hingga kini masih mengamankan beberapa karyawan untuk dijadikan saksi dan dimintai keterangan.

Secara terpisah, Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Gustav R. Urbinas menerangkan, sekira pukul 02.30 WIT, api mulai menyala dari lantai II bagian depan toko Ice Bakery hingga merambat ke ruangan di lantai II juga lantai III.

Dikatakan, para saksi yang menempati lantai III bangunan toko terbangun dan melihat api sudah membesar disertai kepulan asap hitam yang memenuhi bagian dalam toko, kemudian berupaya turun ke lantai I menggunakan tangga tengah toko.

“Untuk ketiga korban yang meninggal dunia akibat terjebak dalam api yang sudah membesar di lantai III, akses jalan untuk ke tangga sudah tidak bisa dilewati lagi,” terang Kapolres.

Lanjutnya, api cepat merembet lantaran  isi toko merupakan barang-barang yang mudah terbakar.

“Ketiga korban baru dapat dievakuasi pada pukul 07.05 WIT menggunakan mobil ambulance dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Jayapura,” tambahnya.

Adapun kasus kebakaran Toko Rezeki dan Ice Bakery di Jalan Baru Melati belakang Ramayana Kelurahan Wai Mhorock Distrik Abepura diduga berasal dari korsleting atau hubungan arus pendek listrik pada Lantai II bagian depan luar toko Ice Bakery. Kasus kebakaran tersebut dalam penanganan unit Reskrim Polsek Abepura.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Jayapura Kota AKP Handry Bawilling menyampaikan, pihaknya belum mengetahui penyebab kebakaran lantaran belum dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Kami belum tahu penyebabnya apa, tadi anggota mau melakukan olah TKP tapi di lokasi masih ada api. Kamis (14/10) barulah dilakukan oleh TKP,”  kata mantan Kapolsek Japut ini.

Kabid Damkar Kota Jayapura, Margaretha Veronita Kirana, S.Sos, MH., yang ditemui di lokasi kebakaran menyebutkan pihaknya menurunkan 5 unit mobil pemadam kebakaran yang dibantu 2 unit mobil AWC Brimob Polda Papua dan Polresta Jayapura Kota serta beberapa mobil water suplay.

Setelah berjibaku beberapa jam untuk memadamkan api, api akhirnya berhasil dipadamkan sekira pukul 07.25 WIT.

Namun setelah lokasi kebakaran diduga aman, setengah jam kemudian terjadi kebakaran gelombang kedua di tempat yang sama. Asap hitam kembali muncul dari enma petak ruko tiga lantai tersebut.

Sekira pukul 10.18 WIT, mobil pemadam kebakaran dan mobil AWC kembali tiba di lokasi kebakaran untuk memadamkan api.

“Kebakaran pertama sudah kami tangani. Tiga korban juga sudah dievakuasi ke rumah sakit. Namun saat kami sudah kembali ke markas, api kembali menyala. Rupanya di bagian gudang  ada bahan-bahan yang mudah terbakar ditambah dengan suplai uap udara yang sulit keluar karena pintu dalam keadaan tertutup, sehingga memicu kembali terjadi kebakaran,” jelas Margaretha.

Margaretha mengaku menurunkan semua armada Damkar Kota Jayapura  termasuk yang sudah standby di venue PON XX Papua. “Semua armada kami turunkan, bahkan yang di venue-venue PON kami tarik ke sini,” tutupnya. (ade/fia/cr-265/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *