SMAN 1 Jayapura Siap Gelar Belajar Tatap Muka 

Jan Esau Patty S.Si, M. Pd (Ayu/cepos)

JAYAPURA – Pembelajaran tatap muka terbatas di Papua hingga Selasa (12/10) belum dapat dilakukan. Sehingga sekolah hanya bisa menyiapkan segala fasilitas terkait protokol kesehatan (Prokes) di tengah pandemi covid 19, seperti halnya juga di SMAN 1 Jayapura.

Wakil kepala sekolah bidang Sarana Prasarana SMAN 1 Jayapura Jan Esau Patty S.Si, M. Pd mengatakan dari 36 kelas, 22 ruang sudah di depan sudah terdapat tempat cuci tangan dan hand sanitizernya.

Untuk dari Satgas Covid pihak sekolah mengaku sudah dibentuk dari teman-teman Unit Kesehatan Sekolah (UKS) yang di Koordinatori oleh Wakasek sarpras dengan humas. Selanjutnya pembelajaran tatap muka terbatas akan dilaksanakan sebanyak 50% siswa.  “Ruangan kita sudah setting, dari rata-rata kami disini semuanya itu 40 siswa per kelas rata-rata ya ada 42 ada 44 ada yang 46. Tapi untuk siswa baru kelas 10 ini per kelas dibagi rata rata 40, paling banyak 42. Nah itu berarti setengah dari jumlah itu kapasitas kelas dari 42 berarti ada 21. Ini sudah kami siapkan, ruangan sudah siap semprotan juga sudah. Semua sudah siap 80% ,”jelasnya.

Ketika disinggung dengan vaksinasi di SMAN 1 Jayapura, dijelaskan masih 50% lebih siswa yang belum divaksin sehingga prioritas siswa yang mengikuti belajar tatap muka yakni yang sudah di vaksin.

Selain itu, untuk guru-guru di SMAN 1 Jan Esau Patty  menegaskan tenaga pengajar sudah divaksin mencapai 98%. Beberapa yang belum melaksanakan dikarenakan terkendala dengan penyakit bawaan yang memang secara kesehatan medis tidak bisa melakukan vaksin.

Sedangkan bagi siswa yang tidak memiliki fasilitas penunjang juga diberi keringanan dengan mengumpulkan materi tugas dan sebagainya secara offline.

“yang memang tidak punya fasilitas, sekolah bijaki menyediakan fasilitas bagi siswa berupa perangkat pembelajaran IT komputer maupun buku buku teks. buku teks yang kami punya di sini di perpustakaan buku teks cetak, ada tapi juga yang online. Ada bantuan kerjasama dengan Bank Indonesia itu kipin namanya kios pintar jadi siswa bisa mendownload buku secara offline dia hanya perlu datanya untuk mendownload aplikasi kipin di Play Store,”ujarnya. (cr-265/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *