Selangkah Lagi ‘Kawinkan’ Emas

Pemain Sepakbola Papua saat dijatuhkan oleh pemain Kalimantan Timur dalam kotak penalti saat berduel dalam babak semifinal Sepakbola PON XX 2021 di Stadion Mandala Jayapura, Selasa (12/10). (Erik/Cepos)

*Papua ‘KO’ Kaltim Untuk Tiket Final

JAYAPURA-Tim Sepakbola Putra Papua selangkah lagi mengawinkan medali emas dari cabang olahraga (cabor) sepakbola, setelah memastikan tiket ke final usai mengkandaskan perlawanan Kalimantan Timur di babak semifinal dengan skor 5-1 di Stadion Mandala Jayapura, Selasa (12/10).

Papua akan menghadapi Aceh di partai final yang juga mengandaskan Jawa Timur dengan skor 2-1.

Apabila dalam partai final nanti, Ricky Cawor dan kawan-kawan, sukses mengalahkan Aceh, maka di cabor sepakbola PON XX, kontingen Papua sukses mengawinkan medali emas. Dimana tim putri Sepakbola Papua terlebih dahulu mendulang medali emas usai mengandaskan perlawanan tim putri Jawa Barat 1-0 dalam partai final di Stadion Katalpal Merauke, Senin (11/10) kemarin.

Adapun 5 gol Papua diciptakan melalui brace Ricky Cawor, M Arody Uopdana, Samuel Balinsa, dan I Nyoman Ansanay. Sementara gol semata wayang Kalimantan Timur hadir dari gol bunuh diri Ari Wakum.

Jalannya Pertandingan

Papua yang hanya memiliki masa recovery satu hari, tidak menurunkan permainan anak asuh Eduard Ivakdalam.

Tuan rumah mampu mengimbangi permainan Kalimantan Timur yang memiliki masa istirihat selama tiga hari.

Sejak menit awal, kedua tim bermain terbuka dan saling jual beli serangan. Masing-masing tim menciptakan peluang yang sama.

Namun petaka lebih dulu menghampiri tuan rumah pada menit 19. Stoper Papua, Ari Wakum yang ingin mengamankan gawangnya dari bola mati justru sundulannya mengarah ke gawang sendiri dan tidak bisa diantisipasi oleh Adzib Hakim dan membuat Kalimantan Timur unggul 1-0.

Papua yang dalam posisi tertinggal meningkatkan agresivitas permainan. Ricky Cawor dan kolega beberapa kali menciptakan peluang emas. Salah satunya hadir dari Jefron Sitawa. Berdiri bebas tanpa kawalan di mulut gawang lawan, Jefron Sitawa belum bisa memaksimalkan arah bola dan gagal menyamakan kedudukan.

Papua yang terus berusaha untuk menyamakan kedudukan akhirnya lahir pada menit 40 melalui titik putih. Wasit harus menunjuk titik putih setelah Samuel Balinsa dijatuhkan di dalam kotak 16.

Ricky Cawor yang ditunjuk sebagai algojo sukses menjalankan tugasnya dengan baik. Sepakan pemilik nomor punggung 10 itu tidak mampu dijangkau oleh penjaga gawang Kalimantan Timur, Andry Robby. Skor 1-1.

Lima menit menjelang turun minum, kedua tim masih saling jual beli serangan. Namun hingga babak pertama usai, skor tetap 1-1.

Dari ruang ganti, juru taktik sepakbola Papua, Eduard Ivakdalam sepertinya memberikan wejangan kepada anak asuhnya agar lebih tenang dan tidak terbawa dengan gaya bermain tim tamu.

Awal babak kedua, Eduard Ivakdalam melakukan penyegaran di lini depan dengan memasukan Rafiko Nawipa dan menarik keluar Jefron Sitawa. Masuknya Rafiko membuat serangan Mutiara Hitam muda kian bervariasi.

Alhasil, Papua benar-benar memporak-porandakan pertahanan Kaltim pada babak kedua. Tuan rumah pun berbalik unggul pada menit 66. Lagi-lagi dari titik putih. Dan lagi-lagi hadiah penalti diberikan setelah anak-anak Kaltim menjatuhkan Samuel Balinsa di dalam kotak penalti.

I Nyoman Ansanay yang ditunjuk sebagai eksekutor pun sukses menjalankan tugasnya dan membawa Papua unggul 2-1. Hanya berselang 5 menit, tuan rumah kembali memperlebar jarak setelah Arody Uopdana mengoyak jaring gawang Kaltim (71).

Merasa aman setelah unggul 3-1, Eduard Ivakdalam pun kembali melakukan pergantian dua pemain sekaligus. Memasukan Imanuel Basna dan Randy May kemudian menarik keluar Ari Wakum dan Yeter Amohoso.

Masuknya kedua tenaga baru tersebut membuat permainan tuan rumah kian hidup. Ricky dan kawan-kawan juga menghindari permainan bola panjang dan memilih untuk bermain bola pendek dari kaki ke kaki.

Ricky Cawor yang selalu memberikan ancaman bagi pertahanan Kaltim akhirnya kembali mencatatkan namanya untuk kedua kalinya di papan skor setelah mengoyak jaring gawang Kaltim pada menit 77 dan membawa Papua unggul dengan skor 4-1.

Memimpin dengan skor 4-1 tak membuat permainan tuan rumah redup. Bahkan 10 menit terakhir, Papua kian menggila dan tak memberikan kesempatan kepada tim tamu keluar dari tekanan.

Bahkan Samuel Balinsa kembali memaksa Andry Robby untuk memungut bola dari gawangnya untuk kelima kalinya pada menit 87. Papua pun menutup pertandingan dengan skor 5-1.

Pelatih kepala sepakbola Papua, Eduard Ivakdalam mengatakan bahwa penampilan pemainnya pada babak pertama tidak begitu baik. Mengingat, pemainnya hanya memiliki masa recovery sehari dari pertandingan sebelumnya. Selain itu, transisi pemain tengah dan depannya juga kurang berjalan baik.

“Babak pertama permainan memang kendor. Gelandang kita di babak pertama kita kesulitan, karena jaraknya terputus antar gelandang dan penyerang. Sehingga beberapa kali pemain Kaltim ikut membahayakan gawang kita sampai terjadi gol,” ungkap Edu sapaan akrabnya kepada awak media usai pertandingan.

Tapi legenda hidup Persipura Jayapura dan Persidafon Dafonsoro itu mengapresiasi para pemainnya yang berjuang maskimal pada babak kedua meski dalam kondisi fisik yang kurang baik.

“Anak-anak dalam kondisi kelelahan, mereka tetap berjuang dan saya juga tadi sangat sayang pemain. Dalam kondisi lelah hanya satu hari saja kembalikan kondisi mereka, itu sangat berat sekali. Tapi mereka bisa bermain baik di babak kedua,” ujar Edu.

Mantan juru taktik Persemi Mimika itu juga mengaku memberikan wejangan kepada pemainnya saat turun minum, sehingga bisa tampil superior pada babak kedua.

“Pemain sudah sepakat bahwa mereka harus jadi yang terbaik, Papua harus yang terbaik itu. Tadi dalam kondisi tertinggal mereka bisa berjuang meski dalam kondisi lelah. Mereka bermain penuh motivasi pada babak kedua,” kata Edu.

Selain itu, Edu juga mengaku sudah mengintip beberapa game yang sudah dilakoni oleh Kalimantan Timur sehingga mampu meredam permainan dari tim tamu yang bermain bertahan dan hanya mengandalkan serangan balik itu.

“Tim lawan memilih bertahan, sehingga kita harus bongkar pertahanan mereka dari sektor sayap. Tapi memang di babak pertama tidak berjalan baik, setiap crossing gagal, sehingga kita meminta pemain untuk bermain bola bawah. Ini kita akan perbaiki di partia final,” pungkas Edu.

Sementara itu, pelatih kepala Sepakbola Kalimantan Timur, Rahmat Hidayat mengaku jika kedua tim bermain bagus dan saling jual beli serangan. Namun karena terjadinya 2 penalti membuat permainan mereka buyar.

“Permainan kedua tim sangat luar biasa, saling bermain terbuka saling menyerang. Cuman ada yang bikin tim kita drop karena dapat hukum 2 kali pinalti dan buat kita drop. Pemain tidak konsen kembali. Kecewa si kecewa, kalau penalti hanya sekali mungkin kami masih bisa, tapi dapat dua dan kita seperti dikerjai,” tutup Rahmat. (eri/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *