Pansus PON DPRP Sayangkan Insiden Kericuhan di Beberapa Cabor

M. Darwis Massi, SE (Yewen/Cepos)

JAYAPURA– PON XX Papua  yang digelar di empat klaster, yakni Klaster Kota Jayapura, Klaster Kabupaten  Jayapura, Klaster Mimika, dan klaster Merauke tak lepas dari insiden kericuhan. Namun selayaknya PON yang digelar sebelumnya insiden selalu ada.

Keputusan dewan hakim, juri, wasit yang dinilai kontroversial dan atlet yang tidak sportif sering kali menjadi penyebab kericuhan. Sebagian besar terjadi di cabor yang tidak terukur, dan melibatkan kontak fisik.

Insiden kericuhan yang menjadi viral di media sosial dan menjadi perbincangan hangat di masyarakat yakni cabor Tinju dan Gulat.

Banyak pihak menyanyangkan kerisuhan yang terjadi selama pertandingan cabor berlangsung. Apalagi PON di Papua  harus sukses prestasi, sehingga salah satu hal yang harus diperhatikan adalah memberikan yang terbaik bagi para kontingen yang datang dari berbagai provinsi di tanah Papua .

“Kami sayangkan ya kejadian kerisuhan yang terjadi di beberapa cabor. Seharusnya hal ini tidak boleh terjadi,” kata Anggota Pansus PON dan PPN XVI DPRP Papua , M. Darwis Massi, SE, Selasa (12/10) kemarin.

Darwis mewakili Pansus PON meminta kepada para atlet , official dan juri agar dapat menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi selama pertandingan di masing-masing cabor berlangsung, sehingga tidak lagi kekerasan yang terjadi selama pelaksanaan PON Papua .

“Kita harus bisa menyelesaikan persoalan yang terjadi selama pertandingan di masing-masing cabor dengan tidak menggunakan kekerasan, tetapi dilakukan dengan pendekatan humanis dan menunjukkan sebagai tuan rumah yang baik,” ucapnya. “Kami harapkan dapat menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi selama pertandingan di cabor dengan kepala dingin dan tidak dengan emosional,” harap Anggota Komisi II DPRP Papua . (bet/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *