Mengulik Lima Petinju Papua di Final

Petinju Silya Muskita dari Papua Barat (biru) berhadapan dengan Selly Wanimbo dari Papua (merah) di kelas Women's Fly (46-51 kg) dalam ajang tinju PON XX PAPUA.Pertarungan jual beli pukulan akhirnya dimenangkan oleh Selly Wanimbo (Papua) atas Silya Muskita (Papua Barat) dengan kemenangan angka. Gedung Olahraga Cenderawasih,Jayapura,Kamis 7 Oktober 2021.(Foto :PB PON XX PAPUA/Husni Oa)

JAYAPURA – Tuan rumah Papua berhasil meloloskan lima petinjunya ke partai final PON XX/2021 di GOR Cenderawasih, Jayapura, Rabu (13/10/2021).Masing-masing tiga petinju putri dan dua petinju putra.

Di babak semi final pertama, Ona Paays menang angka atas (maa) Shinta Agustini (NTB). Sedangkan lawannya Angelina Niis  maa Metirina Nenohai (Maluku Utara).Sely Wanimbo maa Ainun Azizah (NTB). Sedangkan lawannya Aldriani Beatrichx Suguro maa Yudit Mounino (NTT). Salomina Yerisetouw maa Ildawati (Jabar).

Sedangkan lawannya Welmy Pariama m-RCS-3 atas Yamina Babingga (Papua Barat). Syartiel Rumaropen maa Krispinus Wonda (Bali).Sedangkan lawannya  Michael Abas  maa Apriyadi Difinubun (Jabar). Erico Kevin K Amanupunjo maa Sandyarto Deno Feroja (Kepri). Sedangkan lawannya Sandyarto Wilis Boy Riripoy maa Nasrudin (NTB).

Bagaimana kekuatan kelima petinju Papua?

Ona dan Angelina akan seru dan cepat. Keduanya fighter sejati. Sama-sama memiliki teknik dan fighting spirit yang mumpuni. Saat infight Ona dan Angelina sering memancing dengan jab dan kombinasi straight, hook maupun upper cut. Tinggal siapa yang lebih jelih dan cermat memanfaatkan peluang manis ini dialah pemenangnya.

Prediksi sementara 70:30 untuk Angelina Niis.  Sely Wanimbo dan Aldriani Beatrichx Suguro adalah dua petarung sejati. Saat bel pertama berbunyi, Sely akan masuk menyerang dengan akumulasi pukulan satu dua. Beatrichx sigap melakan counter baik straight, hook maupun upper cut.

Bedanya, Sely lebih berpengalaman dari Beatrichx. Sely peraih medali perunggu Sea Games Laos 2009, medali emas PON XVII/2008 Kalimantan Timur untuk Sulawesi Selatan, dan medali emas PON XVIII/2012 Riau untuk Papua Barat.

Jika Sely memanfaatkan pengalamannya, maka ia akan mampu mengendalikan Beatrichx. Prediksi sementara 60:40 untuk Sely Wanimbo.

Meski diatas kertas, Welmy lebih diunggulkan. Ini realistis, karena Welmy adalah peraih medali emas PON XIX/2016 Jabar.

Jika mengurung lawannya, Welmy telaten sekali melepas jab-jab baik, untuk mengganggu konsentrasi lawan maupun mengumpulkan poin. Welmy juga ratu KO. Tapi diatas ring Salomina bisa membalikan keadaan. Prediksi sementara 60:40 untuk Welmy.

Publik tinju Papua seakan menantikan petinju senior Syartiel Alkilaus Rumaropen mampu mempersembahkan medali emas di atas tanahnya sendiri. Maklum, Syartiel seangkatan dengan mantan petinju NTT Yanto Falo makan garam dari PON ke PON.   

Tapi Syartiel mesti ektra hati-hati Michael J Abas adalah petinju cerdik. Ia menuggu diserang kemudian melakukan counter. Berbahaya.

Sementara Syartiel acapkali memukul angina dan tanpa memperkuat doble cover. Hal ini tentu menguras tenaga dan mempersilakan lawan masuk memukul.

Jika ini diperbaiki, maka Syartiel setidaknya memberi perlawanan sengit untuk Michael. Prediksi sementara 50:50.   

Erico Amanupunjo menunjukan tren positif saat tampil di PON XX/2021 Papua. ini mungkin PON terakhir buatnya, sehingga ia akan tampil all out untuk tanah Papua. Erico adalah petinju sluger. Jika ada ruang pukul dia  maju, memukul dan terus memukul. Sementara Willis Boy Riripoy punya mimpi besar untuk meraih medali emas. Prediksi sementara 50:50.

Selamat bertarung untuk kelima petinju Papua. Hati-hati faktor lucky blow atau pukulan keberuntungan. Pukulan yang tak direncanakan, tapi berhasil menjatuhkan lawan. Sebagaimana yang dialami  Gresty Alfons, Josua Manullang dan Muhammad Taufan Paransa akhirnya terhenti di semi final, akibat lucky blow.(PBPON/gin)

Lima petinju Papua yang berlaga di Final.

Women’s Pin (45 kg)

Ona Antryani Paays (Papua) melawan Anggelina Niis (NTT).

Women’s Fly (48-51 kg)

Sely Wanimbo melawan Aldriani Beatrichx Suguro (Kalsel).

Women’s Light Welter (60-64 kg)

Salomina Yerisetouw melawan Welmy Pariama (Maluku).

Man’s Pin (46 kg)

Syartiel Alkilaus Rumaropen melawan Michael J Abas (Sulut).

Men’s Heavy (81-91 kg)

Erico Kevin  K Amanupunjo melawan Willis Boy Riripoy (Jateng).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *