Gereja Paroki Kristus Gembala Kita Diresmikan

Umat Gereja Katolik Paroki Kristus Gembala Kita Pugima, Jayawijaya tampak riang gembira menyusul peresmian gereja mereka, Selasa (12/10).(Denny/ Cepos)

WAMENA-Kemandirian umat Katolik yang ada di Jayawijaya kembali ditunjukkan dengan diselesaikannya pembangunan Gereja Paroki Kristus Gembala Kita di Distrik Pugima Kabupaten Jayawijaya. Dimana kapasitas gereja lama tak bisa menampung lagi jumlah jemat yang kian bertambah banyak hingga mencapai 4000 jiwa.

   Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi, SH, M.Hum menyatakan gedung gereja  Paroki Kristus Gembala Kita yang telah diresikan ini merupakan sarana yang disiapkan bagi umat yang percaya kepada Tuhan untuk dapat bersekutu,  memuji dan memuliakan nama Tuhan, serta bersyukur atas janji-janji Tuhan bagi umatnya,

   “Gedung gereja ini juga merupakan tempat pembangunan mental dan spiritual umat Tuhan agar semakin menghayati apa yang diajarkan Tuhan dalam Kehidupan sehari-hari. Saya percaya umat gereja Paroki Kristus Gembala Kita Pugima hari ini merupakan hari yang bersejarah dalam proses pembangunan gereja ini,”ungkapnya Selasa (12/10) kemarin.

   Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh umat Katolik yang ada di Jayawijaya yang terlah terlibat dalam kesuksesan membangun gereja ini bersama panitia pembangunan yang telah bekerja keras menyelesaikan gedung ini, sehingga segala usaha, karya dari seluruh umat akan mendapatkan balasan dari Tuhan.

  Wakil Bupati Jayawijaya berharap melalui kehadiran rumah yang kudus ini dapat menimbulkan motivasi bagi umat Katolik, khususnya paroki Pugima untuk selalu beribadah, bersekutu , melayani dan menjadi tempat pembinaan keluarga .

  “Tantangan dan hambatan dalam pelayanan pasti akan tetap bermnculan, namun demikian saat semua umat memegang komitmen maka persoalan yang dihadapi dapat diselesaikan dengan campur tangan Tuhan.” bebernya.

   Di tempat yang sama Pastor Paroki Kristus Gembala Kita Pugima. Petrus Hamsi Pr. menyatakan kemandirian gereja Katolik sudah sejak lama terjadi dan hingga saat ini umat katolik, sehingga sampai dengan saat ini pelaksanaan pembangunan gereja ini juga masih dilakukan dengan mandiri bersama dengan umat yang ada.

   “Kita pantas bersyukur karena sampai saat ini gereja Katolik masih menjadi gereja yang tumbuh dengan mandiri, sehingga saat ini bisa menyelesaikan pembangunan ini,”tutupnya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *