Enam Ekor Cenderawasih Diserahkan Warga Ke Komunitas Lingkungan

Koordinator komunitas lingkungan di Jayapura ketika menyerahkan burung Cenderawasih  Kerah secara simbolis kepada dokter hewan dari BBKSDA yang diserahterimakan Selasa (12/10) kemarin di Sekretariat Rumah Bakau Jayapura. (Rumah bakau)

JAYAPURA  Sebanyak enam ekor Burung Cenderawasih, Selasa (12/10) kemarin diserahkan oleh warga untuk dilepasliarkan ke habitatnya, hutan. Penyerahan ini   diawali dengan dititipkan kepada komunitas lingkungan Jayapura, Rumah Bakau dan Animal Lovers Jayapura. Selanjutnya enam ekor ini diteruskan ke BBKSDA Papua untuk dimasukkan ke kandang transit guna mengikuti proses habituasi.   Enam ekor ini terdiri dari 3 jenis Paradiseae minor jantan dewasa, jantan anak dan jenis betina. Lalu ada jenis Cenderawasih Mati Kawat 2 ekor (jantan betina) dan 1 ekor Cenderawasih Kerah atau Lophorina superba.

“Kami berterimakasih kepada masyarakat yang dengan kepeduliannya mau menyerahkan ini untuk dilepas ke kandangnya yaitu hutan. Tidak mudah untuk secara sukarela menyerahkan burung dilindungi ini begitu saja karena pasti harganya mahal dan ini bukan 1 ekor melainkan enam ekor dengan 3 species berbeda,” ujar Nuger dari Komunitas Kicau Mania di Sekretariat Rumah Bakau Jayapura di Hamadi, Selasa kemarin. Ia menyampaikan bahwa pemahaman bahwa Cenderawasih merupakan satwa dilindungi karena terancam punah harus dipahami oleh masyarakat terlebih bagi mereka yang memiliki pemikiran berburu untuk mendapatkan uang besar dalam waktu singkat.

“Itu yang salah, harusnya bisa dibiarkan tetap hidup dan menjadi kebanggaan bagi kita semua,” lanjut Nuger. Disini ia juga meminta BBKSDA untuk bisa memasifkan sosialisasi terkait satwa-satwa endemic yang dilindungi kepada masyarakat untuk sama – sama dijaga. Ia meyakini masih banyak hewan dilindungi ini dipelihara oleh warga termasuk oknum pejabat dan oknum aparat keamanan sehingga ia berharap BBKSDA  juga masuk ke para pelaku yang seharusnya lebih paham aturan main.

Sementara tim BBKSDA yang terdiri dari dokter hewan, staf dan lainnya menyampaikan terimakasih karena komunitas sudah bisa memfasilitasi agar hewan – hewan dilindungi ini bisa diserahkan dan dikembalikan ke habitatnya. “Nanti kami periksa dulu kesehatannya apakah ada penyakit H5N1 atau flu burung atau mungkin mencret termasuk mengecek ini spesies darimana. Jangan sampai dari wilayah barat lolos kesini kemudian dilepas disini. Itu juga jadi masalah nanti,” kata Chandra dari BBKSDA.  Setelah satwa ini dinyatakan bebas dari penyakit dan karakter liarnya masih ada maka selanjutnya akan dilepasliarkan. “Nanti kami akan mengundang teman – teman komunitas untuk ikut serta dalam pelepasliaran tersebut,” tutupnya. (ade/cr-265/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *