Baru Sepertiga Siswa SMAN 1 Wamena Divaksin

Siswa SMA Negeri 1 Wamena saat melakukan pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah yang bersamaan dengan pembelajaraan dengan sistem online untuk siswa yang belajar di rumah, Selasa (12/10).(Denny/Cepos)

WAMENA-SMA Negeri 1 Wamena memastikan dari 925 siswa yang belajar di sekolah tersebut baru 316 siswa yang sudah mendapatkan vaksinasi. Hal ini menjadi salah satu kendala bagi sekolah unuk melakukan pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah, karena sebagian besar siswanya tak menerima vaksin Covid-19.

   Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Negeri 1 Wamena Kornelia Malomau, M.Pd mengaku sebelum simulasi, pihaknya sudah data dan setiap semester juga melakukan pendataan dimana yang sudah divaksin itu baru sekitar sepertiga siswa-siswi.  Yakni, dari 925 siswa, yang divaksin baru  316 siswa, selebihnya belum mendapatkan vaksinasi.

  “Kami juga data siswa yang bersedia divaksin, ada 125 siswa, kemudian selebih dari itu tidak bersedia untuk divaksin dengan berbagai alasan. ada yang anaknya mau, orang tuanya tidak mau, ada juga yang memang anaknya belum bersedia divaksin.” ungkapnya saat ditemui di SMA Negeri 1 Wamena, Selasa (12/10).

   Dari 125 siswa yang terdata ingin mendapatkan vaksinasi itu, kata Kornelia, itu dilakukan pendataan ulang lagi  karena informasi dari Dinas Kesehatan, jika ada beberapa sekolah yang semula siswanya mau pada saat dilakukan vaksinasi banyak yang tidak mau.

   “Tetapi kemarin pas siswa datang mau ambil bahan ajar atau tugas yang diberikan untuk pembelajaran dari rumah, kami data lagi. waktu kami data, dari 100 lebih itu hanya ada 45 anak yang bersedia divaksin.”katanya

   Ia juga menyatakan untuk saat ini pihaknya masih menggunakan metode dalam jaringan (Daring) dan luar jaringan (Luring) yang berjalan bersamaan. Dimana, pembelajaran luring ini dilakukan untuk anak-anak yang tidak bisa masuk di googlemeet, karena tidak punya pulsa data, tidak punya Hp android atau mungkin jaringannya susah,

   “Karena mereka punya keterbatasan itu, jadi kami fasilitasi mereka dengan  hadir untuk belajar langsung dengan guru, tetapi otomatis mereka harus menggunakan masker, cuci tangan atau penerapan Prokes,”beber Guru Fisika SMA Negeri 1 Wamena

   Untuk jumlah siswa yang belajar di sekolah juga tidak banyak,  biasanya tidak sampai 30 anak, tergantung siswa yang datang. Sebab ada siswa juga yang kalau belajar melalui sistem online tidak mengerti, sehingga ia memilih untuk datang ke sekolah dan dari sekolah tidak membatasi itu.

   “Rencana di semester yang datang kita akan pakai shift, jadi nanti proses pembelajaran dilakukan shift, sekarang tiga mata pelajaran sehari. itu satu mata pelajaran satu jam, tanpa istrahat. jadi nanti jam setengah 12 mereka sudah pulang sekolah,”tutupnya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *