Sepakbola Putri Papua Sumbang Medali Emas 

Ketua Asprov PSSO Papua, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., saat menyerahkan medali emas kepada tim sepakbola putri Papua yang mengalahkan tim putri Jawa Barat dengan skor 1-0 dalam partai final cabor sepakbola putri di Stadion Katalpal Merauke, Senin (11/10). (Humas PB PON XX Papua for Cepos)

MERAUKE-Tim sepakbola putri Papua berhasil menambah pundi-pundi medali emas kontingen Papua dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua tahun 2021.

Medali emas ini dipersembahkan Selly Wunungga dkk usai mengkandaskan tim putri Jawa Barat dengan skor 1-0 dalam laga final yang digelar di Stadion Katalpal Merauke, Senin (11/10) kemarin. Gol semata wayang tim putri Papua dipersembahkan Liza Armanita pada menit 75’. Hingga wasit meniup pluit panjang, skor tidak berubah dan tim putri Papua berhak atas medali emas cabang olahraga sepakbola putri.

  Sejak kick off,   tim putri Jawa Barat langsung menyerang ke jantung pertahanan Papua. Dimenit –menit awal, Jawa Barat bahkan mengurung pertahanan tim putri Papua.

  Terus mendapat tekanan, tim putri Papua sesekali melakukan serangan balik.  Selly Wunungga dkk baru bisa keluar dari tekanan Jawa Barat setelah pertandingan memasuki menit 30. Hingga babak pertama berakhir, kedua kesebelasan belum mampu menjaringkan gol. Babak pertama ditutup dengan skor imbang 0-0.

Memasuki babak kedua, kedua tim melakukan jual beli serangan. Namun keduanya masih belum bisa menyarangkan gol. Baru pada menit 75’, tim putri Papua berhasil mengubah papan skor. Liza Armanita yang mendapat umpan dari sisi kanan gawang tim putri Jawa Barat, langsung menyambar bola. Sepakan keras pemain bernomor punggung 10 ini, tidak berhasil dibendung kiper Jawa Barat Diyana Herliana. Skor 1-0 untuk tim putri Papua.

Gol yang dilesakkan Liza Armanita ini langsung disambut gemuruh ribuan penonton yang hadir memberikan dukungan bagi tim putri Papua.

Unggil 1-0, tim putri Papua makin bersemangat untuk menambah pundi-pundi golnya. Beberapa kali sepakan on target dilakukan tim putri Papua ke gawang Jawa Barat. Namun tembakan tersebut berhasil dimentahkan kiper Jawa Barat Diyana Herliana.

Tidak ada lagi gol tercipta hingga wasit  meniup  pluit panjang tanda berakhirnya pertandingan tersebut.

Kekalahan tim putri Jawa Barat atas tim putri Papua merupakan yang kedua kali. Dimana pada babak penyisihan grup A, tim putri Jawa barat juga takluk dengan skor 1-0. Gola sematra wayang pada laga penyisihan grup terseut juga disumbangkan Liza Armanita.

Dengan kemenangan tersebut, Papua berhasil merebut emas, sedangkan untuk  perak diraih Jawa Barat. Sedangkan  untuk perunggu berhasil  diraih Bangka Belitung setelah mengalahkan Jakarta 3-0.

Pelatih  Kepala Tim Putri Papua, Priagung Dani Atmojo usai penyerahan medali menilai bahwa hasil yang diperoleh timnya sangat luar biasa. Dimana mereka bisa merealisasikan target medali emas yang diberikan. “’Hasil yang diperoleh anak-anak sangat luar biasa. Target menjadi juara sudah ditaburkan  oleh Tuhan,” kata  Priagung.

Iapun menyampaikan terima kasih kepada semua pendukung yang ada di Merauke. Termasuk kepada  asisten pelatih. Karena menurutnya tanpa mereka, sebagai pelatih kepala tidak bisa bekerja sendiri.  ‘’Tapi atas dukungan dan bantuan dari teman-teman sehingga semua hasil kita capai hari ini dan terima kasih untuk itu,’’ katanya.   

Priagung menjelaskan bahwa di babak final ini tidak ada strategi khusus yang mainkan.  Tapi yang ia pesankan kepada seluruh pemain untuk selalu bermain dengan hati dan harus terus bersemangat. ‘’Karena satu, kita harus membuat sejarah di Tanah Papua  untuk sepak bola putri,’’ terangnya.

Sementara itu,  Ketua Panpel Sepak Bola Putri yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Pegunungan Bintang Piter Kalakmabin  menyampaikan terima kasih kepada panitia sepak bola untuk putri di Merauke karena menurutnya sangat luar biasa. ‘’Terima kasih juga kepada  bupati Merauke dan pemerintah daerah yang sudah mendukung kegiatan  ini luar biasa. Karena respon dari tamu-tamu bahwa luar biasa. Dan hari ini kami dilengkapi  dengan kemenangan, sehingga target kami telah tercapai. Futsal  juga begitu. Tinggal sepak bola putra untuk emas,’’ tandasnya.

Kapten  Tim Putri  Papua, Selly Wunungga tak henti-hentinya mengucapkan sykur kepada Tuhan. Karena menurutnya  hasil yang dicapai ini sangat luar biasa. “Kami tidak bisa menyangka dan itu hasil yang luar biasa,’’ katanya.

Selly mengaku tidak bisa berkata-kata lagi selain ucapan sykur kepada Tuhan. Pasalnya tim putri Papua berhasil mencetak sejarah dalam ajang PON untuk cabor sepakbola. Soal target kedepan, selain  dapat menyelesaikan kuliahnya dengan baik, Selly berharap bisa dipanggil Timnas untuk bergabung.

Hal sama disampaikan Liza  Armanita  yang  mencetak gol tunggal ke gawang Jawa Barat menyampaikan rasa syukur sehingga bisa memenangkan pertandingan  tersebut.  Liza yang masih berstatus sebagai siswa SMP Kelas IX Teruna Bakti Kota Jayapura  itu mengaku tak menyangka tendangannya ke aras gawang dari titik 16   itu akan berbuah gol.  “Saya  tak menyangka kalau itu akan berbuah  gol,” tuturnya.

Saat menerima umpan, Liza mengaku akan kembali umpan bola tersebut. Namun karena dirinya tidak melihat  rekannya di depan, ia akhirnya memutuskan melepaskan tendangan ke arah gawang Jawa Barat dan akhirnya berbuah gol. “Kami bangga bisa melawan  mereka, karena  mereka (Jawa Barat) adalah tim yang bagus,” tutupnya.

Ketua Asprov PSSI Papua, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., mengaku sangat bangga. Pasalnya, tim sepak bola PON putri Papua berjalan mulus hingga babak final, sebelum akhirnya menang dan meraih medali emas untuk kontingen Papua di PON XX Papua sebagai tuan rumah.

“Sejak awal saya minta tim putri untuk tidak overconfident, harus tetap rendah hati, dan memiliki prinsip bahwa di setiap laga adalah final. Harus juga bisa jaga disiplin, kekompakkan, dan mengikuti instruksi pelatih,”  ucap BTM yang juga Wali Kota Jayapura saat dihubungi Cenderawasih Pos, Senin (11/10) malam.

Diakuinya, torehan emas ini sangat berarti. Pasalnya perebutan emas di cabor sepak bola adalah yang paling bergengsi bagi semua kontingen dibandingkan cabor lainnya.

Kini dari tiga cabor yang bernaung di bawah Asprov PSSI Papua, dua di antaranya sudah meraih emas, yakni tim futsal Papua dan tim sepak bola PON putri Papua. Kini, tinggal menyisakan tim sepak bola PON putra Papua saja yang meraih emas. Hal ini sebagaimana target dari Asprov PSSI Papua di bawah pimpinan Benhur Tomi Mano.

“Harus tri-sukses Asprov PSSI Papua pada perhelatan PON XX Papua 2021 ini. Tim futsal sudah raih emas, tim sepak bola PON putri sudah raih emas. Sejak awal, saya memang menargetkan emas untuk masing-masing cabor, baik sepak bola putra, sepak bola putri, maupun futsal,” tambahnya.

“Jangan sampai kita lengah, kita harus juara. Ini akan menjadi sejarah bagi kontingen Papua jikalau kita bisa tri sukses dengan raihan emas tim futsal dan  kawinkan gelar juara di sepak bola putra dan putri,” pungkasnya.

Partai final yang dimulai sekira pukul 14.30 WIT tersebut disaksikan sekira 10.000 warga di dalam stadion. Panitia pertandingan terpaksa menutup pintu stadion dua jam sebelum kick off karena stadion sudah penuh. Akibatnya ribuan warga yang tidak bisa menyaksikan ;angsung dari dalam stadion mengaku kecewa.

Rangkaian pertandingan cabor sepakbola putri PON XX Papua tahun 2021 akhirnya ditutup dengan pengalungan medali bagi para pemenangan. Pengalungan medali perak untuk kontingen Bangka Belitung dilakukan Bupati Merauke  Drs Romanus Mbaraka MT,  medali perak diserahkan  Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman dan untuk medali emas diserahkan ketua Asprov PSSI Papua Dr. Benhur Tomi Mano, MM. (ulo/gr/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *