PB PON Hanya Kelola Rp 1,7 Triliun

Yunus Wonda (Dok/cepos)

Yunus Wonda:  Dana Rp 10 Triliun Paling Besar Terserap untuk Infrastruktur

JAYAPURA – Adanya statemen perincian menteri keuangan, Sri Mulyani terkait anggaran yang diserap untuk pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua dimana angka yang dibeberkan ternyata sangat fantastis yakni Rp 10,43 triliun akhirnya ditanggapi oleh Ketua PB PON Papua, Yunus Wonda. Yunus mengaku anggaran untuk pelaksanaan PON tidaklah kecil dan berjumlah triliunan.

Hanya saja dana sebesar Rp 10 triliun lebih tidak semua digunakan oleh PB PON melainkan sebagian besar terserap pada pekerjaan infrastruktur yang ditangani Dinas PUPR maupun Disorda. Karenanya Yunus meluruskan bahwa dana yang dibeberkan menteri sebagian besar dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur.

“Banyak yang berfikir seolah olah PB PON yang menerima anggaran sebesar itu. Saya mau sampaikan bahwa tidak seperti itu. Kami justru jauh lebih kecil  karena kami tidak melakukan pekerjaan fisik. Itu  bidang lain,” kata Yunus melalui ponselnya, pekan kemarin.

  Yunus membeberkan bahwa yang PB PON terima dari APBN jumlahnya sebesar Rp 1,4 triliun hanya ini juga belum cair semua melainkan baru Rp 715 miliar yang telah dicairkan. Sisanya akan dicairkan jika dokumen pertanggungjawabannya dilengkapi. Dana Rp 1,4 triliun ini belum semua mengingat ada dana  APBD Papua Rp 2 triliun yag juga dikucurkan untuk PB PON. Namun master plan PB PON sendiri melebihi itu yakni Rp 4,3 triliun.

“Kalau dijumlahkan Rp 2 triliun dengan Rp 1,4 triliun itu hanya Rp 3,4 triliun sedangkan perencanaan kami untuk PB PON paling tidak Rp 4,3 triliun,” imbuhnya. Disini ia merincikan bahwa pada tahun 2016 pihaknya mendapat dana awal sebesar Rp 15 Miliar.

Kemudian di tahun 2017 mendapat dana Rp 10 miliar, di tahun 2018 mendapat dana Rp 10 miliar, tahun 2019 mendapat tambahan Rp 150 miliar dan di tahun Rp 2020 pihaknya mendapat kucuran dana Rp 1,5 triliun. Hanya anggaran ini tidak bisa digunakan di tahun yang sama (tahun 2020) karena dana sebesar itu baru cair dibulan Oktober  sehingga sulit untuk penyerapannya.

“Nantinya di tahun Rp 2021 barulah kami pakai dana Rp  1,5 triliun tadi. Kalau mau ditotal tentunya kami tidak bisa menggelar PON di tahun 2021 ini karena sejak tahun 2016 hingga tahun 2021 hanya mengantongi Rp 1.7 triliun sebab masih ada yang belum cair,” beber Yunus.  “Jadi kalau bilang Rp 10 triliun lebih kami gunakan itu salah. Itu terpakai include dengan infrastruktur PON jadi bukan di PB PON semua,” tutupnya. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *