Lifter Jabar Raih Medali di Kelas 52 Kg

Lifter Jawa Barat Susi Susanti sukses meraih medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua setelah mengumpulkan total angkatan 540 kg dari angkat berat kelas 52kg putri, Senin (10/11). (Ayu For Cepos)

JAYAPURA-Lifter Jawa Barat Susi Susanti sukses meraih medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua setelah mengumpulkan total angkatan 540 kg dari angkat berat kelas 52kg putri, Senin (10/11) di Auditorium Universitas Cenderawasih Jayapura, Papua.

Dirinya berhasil mengukir sejarah baru di tingkat Asia,  dengan berhasil mengangkat beban berat 197,5 kg dari lantai ke pinggang dengan posisi lurus (dead lift) pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.

Total angkatan Susi seluruhnya didapat dari babak skuat 207,5kg, bench press 137,5kg dan dead lift 195kg, demikian catatan panitia PON Papua.

Sebelumnya rekor Asia putri 52 kg untuk angkat berat berada pada beban 192, 5 kg yang di pegang Chao Yin Jo dari Taipe, Cina. Dan kini digeser Susi atlet dari kontingen Jawa Barat, Indonesia pada beban 197,5 kg.

“Saya tidak menyangka, di PON XX Papua, bisa meraih medali emas dan membuat rekor baru di Cabor angkat berat 52 kg putri,” ungkap Susi Susanti kepada awak media, di Auditorium Uncen, Senin (11/10).

Akibat cedera  yang pernah menimpanya, Susi mengaku persiapan sangat minim, ditambah dengan adanya pembatasan latihan ditengah pandemi Covid-19. Sehingga dirinya memaksimalkan latihan dengan serius dan fokus saat melakukan pertandingan.

“Latihan menuju PON XX Papua, sangat minim saya lakukan akibat pandemi Covid-19. Alhamdulilah, saya bisa meraih medali emas dan mencetak rekor baru,” ungkapnya.

Khusus medali emas, Susi mengatakan, ia persembahkan kepada putranya yang bernama Dafa.

“Anak saya satu bernama Dafa, medali emas ini saya persembahkan buat Dafa,” tandasnya.

Untuk mendali perak diraih lifter Rostiana dari Provinsi Riau dengan mengumpulkan total angkatan 460kg dari babak skuat 190kg, bench press 110kg dan dead lift 160kg.

Lifter Risa Oktaviani dari Sumatera Barat mengumpulkan skor angkatan terbaik skuat 210kg dan bench press 157,5kg namun gagal pada dead lift sebab dirinya melakukan angkatan 165 kg pada 3 angkatan.

Disusul kegagalan lifter Lilis Suryaningsih yang sudah gagal di awal angkatan yaitu dengan perolehan Squat 190 kg, 195 kg dan 195 kg.

Namun Lilis Suryaningsih asal Kalimantan Barat dan Risa Oktaviani dari Sumatera Barat pulang tanpa membawa medali sebab tidak ada perebutan medali perunggu dalam kelas 52kg putri angkat berat. (cr – 265/gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *