Kasus Covid-19 PON Papua Tembus 82

Suasana pertandingan cabang olahraga karate yang dilaksanakan di GOR Politeknik Penerbangan, Kayu Batu, Distrik Jayapura Utara, Senin (11/10). (Yohana/Cepos)

JAYAPURA-Kasus atlet, ofisial dan panitia pelaksana (Panpel) PON XX Papua tahun 2021 yang terkonfirmasi positif Covid-19 terus bertambah. Berdasarkan data yang dikeluarkan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Provinsi Papua, Senin (11/10) pukul 14.00 WIT, terdapat tambahan 18 kasus.

Tambahan kasus tersebut berasal dari Kota Jayapura 1 kasus, Kabupaten Mimika 1 kasus, Kabupaten Merauke 9 kasus dan Kabupaten Jayapura 7 kasus. Dengan penambahan kasus tersebut maka total kasus konfirmasi Covid-19 di empat klaster PON Papua yaitu 82 kasus. Dari 82 kasus terkonfirmasi tersebut, semuanya tidak bergejala.

Dari 82 kasus terkonfirmasi positif Covid-19, 62 kasus masih menjalani perawatan/isolasi dan 21 kasus dinyatakan PCR follow up negatif yaitu merupakan hasil pemeriksaan setelah dilakukan isolasi selama 5 hari dengan hasil PCR negatif, namun belum dinyatakan sembuh. Adapun pasien dinyatakan sembuh bila telah menjalani masa isolasi selama 10 hari tanpa gejala.

Ketua Harian Satgas Covid-19 Provinsi Papua, William Manderi menyebutkan pasien yang terpapar ini merupakan atlet dan ofisial serta panitia pelaksana. Mereka yang terkonfirmasi ini juga telah menjalani perawatan.

“Mereka tersebar di empat klaster PON Papua yaitu Kota dan Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika dan Merauke. Semua yang terkonfirmasi positif, tanpa gejala,” jelas William Manderi yang dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Senin (11/10).

Dengan kondisi ini, William Manderi menyatakan pihaknya tetap melakukan pemantauan secara khusus di semua venue pertandingan hingga saat penutupan nanti. “Pastinya pelaksanaan protokol kesehatan akan dilakukan secara ketat. Hal ini akan diawasi langsung oleh Tim Satgas Covid-19, tim kesehatan, PB PON bahkan para relawan yang sudah disiapkan,” bebernya.

“Kami akan lakukan pemeriksaan Covid-19, sampai dengan PON selesai untuk memastikan disiplin prokes. Setiap orang yang masuk keluar diarea venue wajib memiliki sertifikat vaksinasi dan pemeriksaan lainnya,” sambungnya.

Untuk jumlah penonton, William Manderi menegaskan bahwa kebijakan jumlah penonton yang bisa menyaksikan pertandingan di setiap cabang olahraga, tidak mengalami perubahan yaitu 25 persen dari kapasitas venue. Pembatasan ini tetap akan dilakukan termasuk saat penutupan PON nanti.  “Ini sudah kita lakukan sejak pembukaan PON XX dan akan dilanjutkan hingga penutupan PON,” pungkasnya. (ana/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *