Dana Otsus Dipotong, Pelayanan Kesehatan Macet

Pelepasan Satgas Kijang oleh Plt Sekda Tinggal Wusono  didampingi Kepala Dinas Kesehatan Jayawijaya dr. Willy Mambieuw SpB, beberapa waktu lalu. (Denny/Cepos)

WAMENA-Kepala Dinas Kesehatan Jayawijaya, dr. Willy Mambieuw SpB mengungkapkan bahwa pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Distrik Nanggro Trikora, Kabupaten Jayawijaya, terhenti  dalam beberapa tahun terakhir. Sebab pemerintah  kekurangan dana, dimana pelayanan kesehatan disana selama ini didanai dari anggaran Otsus Papua, sehingga apabila terpotong, maka pelayanan terganggu.

   Menurut dr Willy, selama ini pihaknya hanya mengandalkan dana Otonomi Khusus (Otsus) namun setelah dana itu dipotong untuk seluruh kabupaten/kota maka pelayanan kesehatan di sana terhenti sampai dengan saat ini.

   “Khusus Distrik Trikora, mulai dari pemotongan dana kijang tidak pernah kita sentuh lagi. Artinya mulai dana Otsus dipotong sekitar tahun 2017 atau 2018 untuk PON. Mulai sejak itu tidak pernah, karena kita hanya andalkan dari dana Otsus itu,” ungkapnya Senin (11/10) kemarin.

  Ia menyatakan, dengan adanya pemotongan anggaran Otsus Papua beberapa tahun terakhir ini,   Dinas Kesehatan Jayawijaya tidak bisa membiayai carter helikoper ke sana. Sebab akses satu-satunya ke sana hanya bisa dijangkau dengan helikopter.

  “Transportasi ke sana tidak bisa pakai jalan darat, pesawat juga tidak bisa. biasa kita carter helikopter dan kita kewalahan di dana, jadi pelayanan kesehatan di sana beberapa tahun terakhir ini belum tersentuh untuk Trikora,” beber Kadinkes jayawijaya

  Dinas Kesehatan telah membuat rencana untuk mengirim tim kesehatan bersama obat-obatan ke sana, namun belum bisa dilakukan karena keterbatasan anggaran. Dalam rencana yang diajukan ke pemerintah kabupaten itu, tim Dinkes ini akan ditempatkan selama sebulan di sana dan hal ini sudah dilaporkan kepada pimpinan daerah tinggal bagaimana realisasinya.

  “Tinggal kita tunggu. Mungkin dengan kemampuan daerah terkait refocusing dana untuk kegiatan Covid-19 kita bisa kembali melakukan pelayanan kesehatan di Distrik Trikora atau tidak nanti akan dilihat kembali,” jelas Dr. Willy.

  Ia menegaskan bahwa kendala utama untuk melayanan kesehatan di Distrik Tersebut adalah anggaran. Sebab Distrik Nanggro Trikora tidak seperti distrik lain yang bisa dijangkau dengan jalan darat, mereka disana hanya bisa dijangkau dengan penerbangan udara dan itu pun menggunakan helikopter.

  “Penggunaan helikopter untuk mengangkut petugas, dan obat-obatan, bahan makanan kesana ini yang menjadi hambatan, sebab letak distrik ini ada di atas puncak gunung, dan menjadi perbatasan wilayah antara Jayawijaya dengan beberapa kabupaten pemekaran,”jelasnya

  Apabila distrik ini bisa dicapai dengan jalan darat, lanjut Willy,  maka anggaran untuk melakukan kesehatan disana masih bisa diakomodir, tetapi selama ini melalui penerbangan dan dibiayai oleh dana Otsus, sehingga kalau dana otsus terpotong sangat mengganggu pelayaan kesehatan disana.

  “Penempatan petugas kesehatan disana memang sangat dibutuhkan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang terjauh dari pelayanan kesehatan yang dimiliki pemerintah daerah.”tutupnya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *