Cedera, Haidi Waromi Kubur Asa Ikuti PON Papua

Atlet angkat berat Papua Heidi Waromi bersama jurnalis Cenderawasih Pos, Senin (11/10). (Ayu/Cepos)

JAYAPURA-Alami cedera pada lutut, Heidi Waromi atlet Papua cabang olahraga (cabor) angkat berat kelas 87 kg Putri harus mengubur asanya untuk mengikuti pergelaran PON Papua. Atlet perempuan kelahiran 1992 ini harus merelakan takluk pada rasa sakit akibat cedera yang dialaminya tahun lalu yang semakin parah.

“Tahun 2020 sudah cedera tapi masih ada kesempatan untuk sembuh. Tapi ternyata makin parah, fatalnya tahun 2021. Sama sekali tidak bisa angkat berat lagi. Cederanya sampai kena angin saja sakit. Jalan kena angin saja ngilu. Makanya pelatih lebih milih ya sudah kamu ngikut saja.” Ujarnya ketika ditemui dipertadingan angkat berat di Audotorium Uncen, Senin (11/10).

Dokter yang menanganinya memberikan saran agar tidak melanjutkan kegiatan diangkat besi lagi. Sebab dapat memperparah cedera yang dialami hingga menyebabkan lumpuh seumur hidup.

Penyebab awal dimulai saat dirinya melakukan latihan dan tidak kuat saat ditambah beban diatasnya lagi, Saat latihan dirinya mengaku angkatannya sudah down dan tidak bisa kuat.

“semakin lama semakin berat. Pada saat berat lutut langsung cedera. Mungkin juga faktor umur.” Ujarnya.

Setelah tidak bisa latihan lagi dirinya mengaku memilih untuk berwira usaha di bidang pertanian. Dirinya bercocok tanam cabai sejak tahun 2020 bersama temannya di Gorontalo, dan sekarang di tahun ini dirinya menunggu masa panen.

“Palingan usaha saya sih, usaha cabai. Sudah berjalan dari tahun 2020. Dunia usaha baru mulai, baru belajar dari nol, merintis, sebelumnya memang tidak tau apa apa kalau soal usaha cabai. Karena saya tau sudah tidak bisa di olahraga makanya belajar untuk usaha cabai.” Ujarnya.

“Yang ngajari teman. Lahan juga milik teman. Dia tinggalnya di Gorontalo. Semuanya di Gorontalo jadi habis pertandingan ini selesai langsung ke Gorontalo.” Ujarnya.

Dirinya juga menyampaikan pesan untuk atlet yang lain agar tidak patah semangat. “Jangan menyerah buktikan bahwa kita Papua bisa dan dapat juara.” Ujarnya. (cr – 265/gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *