APMS Pastikan Tebus BBM Sesuai Kebutuhan 

Antrean pengisian BBM Jenis Premium dan Solar di APMS Lasminingsih Wamena (Denny/ Cepos)

WAMENA-Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) di Jayawijaya memastikan bahwa  setelah tak ada antrean kendaraan tidak semua kuota yang diberikan itu ditebus. Yang diambil hanya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di Jayawijaya, meskipun untuk BBM jenis premium dijatah 360 KL dan Solar dijatah 120 KL per bulan dari Pertamina Jayapura.

   Penanggungjawab APMS Anwarudin dan Lasminingsih Yonno menyatakan BBM Subsidi jenis premium  perbulan dapat jatah dari pertamina 360 KL. Bila tidak mencapai 360 KL yang ditebus, bukan berarti 360 KL itu ambil atau ditebus semuanya.

   “360 KL ini terbagi masing-masing di dua APMS ini, kalau untuk premium jenis solar, memang untuk jatah di Anwarudin 120 KL itu pasti habis. Karena 120 KL ini dibagi 26 hari pelayanan. jadi sesuai dengan kebutuhan masyarakat Jayawijaya, sesuai dengan alokasi yang ada di APMS Lasminingsih dan Anwarudin,” ungkapnya Senin (11/10) kemarin.

  Yono memastikan jika sehari pelayanan normal, itu bisa sampai 14 ribu liter untuk pelayanan mobil maupun motor. Kalau seperti sekarang yang keadaannya sudah lancar, disesuaikan dengan kebutuhan kendaraan saja.

   “Sekarang tidak seperti kemarin-kemarin lagi, karena ada pengawasan dari perhubungan dan Perindag dalam melakukan pengisian BBM, sehingga kita bisa sesuaikan dengan kebutuhan masyarakat,” bebernya.

  Kata Yonno, 14 ribu liter perhari untuk pelayanan kepada masyarakat ini di APMS Lasminingsih saja.  Sementara untuk kuota dua APMS ini, yakni  Anwarudin itu alokasi yang diberikan oleh pertamina itu 320 KL dan  kalau di APMS Lasminingsih itu juga 360 KL untuk BBM Premium

  “Sedangkan kalau solar kalau di APMS Anwarudin itu 90 KL dan kalau di APMS lasminingsih  120 KL, semua dibagi dalam  26 hari pelayanan sudah pasti habis,”katanya.

  Ia  menjelaskan intinya dalam satu hari, pihaknya harus   membuka pelayaanan, bila tidak melayani satu hari, berarti besoknya harus melayani 2 kali lipat. Sebab,  itu sudah dicanangkan di kartu pengendali pengisian BBM oleh Disnakerindag, baik mobil premium ataupun mobil solar itu sudah ada jatahnya masing-masing di alokasi sehingga pihaknya tinggal melayani saja.

   “Kalau untuk pengawasan kendaraan yang memiliki tangki modifikasi itu kan bukan porsi dari kita, jadi untuk masalah permainan, atau modifikasi itu tergantung yang seleksi dari pihak perhubungan. Intinya kita sifatnya pelayanan saja, apapun yang terjadi, kalau memang sudah menjadi aturan pemerintah setempat ya kita jalani.”tutupnya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *