Target Emas Gagal, Tuan Rumah Sumbang 4 Perunggu di Cabor Anggar

Kontingen tuan rumah Papua saat menerima medali perunggu Cabor Anggar. Papua hanya mengoleksi 4 medali perunggu pada pergelaran PON Papua. (Sulo/Cepos )

MERAUKE  – Kontingen tuan rumah harus berpuas diri dengan raihan medali  pada cabang olahraga Anggar di PON XX Papua. Dari target 1 emas, Anggar akhirnya mampu menyumbangkan 4 medali perunggu.

  Kendati demikian, prestasi dari cabor anggar Papua mendapat apresiasi dari Tehnical Delegate, Khairuman. Menurutnya, tuan rumah anggar sudah mempersiapkan diri dengan cukup baik. Hasil dari mengikutkan atletnya trening center selama 2 tahun di luar daerah tak sia-sia.

Terbukti, meski baru tampil perdana pada cabor anggar, kata Khairuman, hasilnya tak mengecewakan. Papua menduduki rangking tujuh untuk cabor anggar PON XX di klaster Merauke, dengan raihan 4 medali perunggu.

  “Ini merupakan presatasi yang bagus. Terlebih, anggar baru pertama kali diikuti oleh kontingen Papua,” ucapnya kepada wartawan, kemarin.

  Ia menuturkan, prestasi anggar dari tuan rumah Papua sebenarnya patut diteladani daerah lain untuk sama-sama berpacu memajukan anggar.

“Kuncinya, harus fokus dan serius. Seperti anggar Papua, belum pernah tampil sebelumnya, setelah dilatih dengan baik, di PON tahun ini sudah membuktikan hasilnya. Dan harus diakui, ini prestasi yang baik,” tuturnyan.

Sebelumnya Ketua Kontingen Anggar Papua, M Rifai Darus mengatakan, Papua menargetkan menyumbang 1 medali emas. Di PON tahun ini Papua menutunkan 24 atlet dan 4 medali perunggu berhasil disumbangkan dari cabor anggar.

Dirincikan, tim anggar Papua meraih medali perunggu pertama lewat atletnya Voryn Thlya Kiriweno, tampil Senin 4 Oktober, dengan nomor Floret Individual Putri. Langkahnya terhenti di semifinal setelah kalah dari Riau dengan skor 15-7.

Pada pertandingan 7 Oktober, Papua meraih 2 medali perunggu sekaligus. Pada nomor Sabel beregu putra yang digawangni Sahrul, Iksan, Anjas Ria, dan Brent Samuel harus berhenti pada babak semi final dengan skor 7-45 dari Sumatera Selatan.

Serta dari nomor Floretberegu putri. Thalya Kiriweno, Syafira Putri, Siska Konita, dan Rita Handayani harus mengakui keunggulan Jawa Barat pada babak semifinal.

Untuk perunggu keempat diraih oleh para srikandi Anggar Papua, yang mengadu pedang pada nomor Degen beregu putri.

Mereka adalah Lidya Siregar, Ludia Giay, Mayawi Fingkreu, dan Tersa Huby. Penampilan mereka cukup gemilang, namun sayang harus kandas dari kontingen asal Kalimantan Timur pada semifinal.(ulo/gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *