Perebutkan 4 Medali Emas,  Eksebisi Paramotor PON XX Resmi Digelar

Atlet paramotor saat berhasil mendarat pada eksebisi para motor PON XX Papua tahun 2021 digelar di Merauke, Sabtu (9/10).(Sulo/Cepos)

MERAUKE  Eksebisi Cabang Olahraga (Cabor) paramotor PON XX resmi dipertandingkan di Merauke, Papua mulai Sabtu (9/10). Eksebisi ini diikuti 28 atlet dari 14 provinsi termasuk tuan rumah Papua dengan memperebutkan 4 medali emas, 4 medali perak dan 4 medali perunggu. 

Bupati Merauke Drs Romanus Mbaraka, MT  saat membuka eksebisi ini  mengatakan, para atlet yang bertanding pada olahraga paramotor, diketahui handal dibidangnya dan diminta untuk mengutamakan keselamatan.

Ia  mengharapkan olahraga  ini   kedepan dapat berkembang di Indonesia. Bahkan, secara khusus pun akan dikembangkan di Merauke sekaligus untuk meningkatkan minat wisatawan.

‘’Paramotor juga akan kita kembangkan di Merauke, ” ujarnya. Iapun meminta ke Danlanud Johanes A. Dimara Merauke untuk  memprogramkan pertandingan olahraga ini tahun depan di Merauke.  Sementara itu, Ketua Paramotor Seluruh Indonesia, Cahyo, menjelaskan pertandingan eksebisi paramotor yang berlangsung di Merauke, memperebutkan 4 medali emas, 4 medali perak, dan 4 medali perunggu dengan mempertandingkan empat mata lomba.

Dikatakan Cahyo, lewat eksebisi pertama yang berlangsung empat hari di Merauke, diharapkan nantinya bisa menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan pada PON XXI di Provinsi Aceh. “

Jadi, eksebisi ini menjadi tolak ukur dan evaluasi. Harapannya, paramotor layak masuk cabor PON mendatang, ” kata Cahyo kepada wartawan.

  Danlanud J. A Dimara, Kolonel PNB Gogot Winardi merasa bersyukur, sebab Merauke dipercayakan sebagai tempat penyelenggaraan eksebisi paramotor PON XX.

“Dengan dukungan pemerintah maupun lapisan masyarakat, semoga eksebisi paramotor dapat berjalan lancar dan sukses,” harapnya.

Ketua panitia eksebisi paramotor PON XX Papua, Marsekal Pertama TNI, Anang Nurhadi menyebut, eksebisi kali ini menjadi tonggak sejarah, bahwa olahraga paramotor pertama yang ada di Papua. “Ini sudah lama dicita-citakan. Jadi, eksebisi di Merauke menjadi tolak ukur dan evaluasi, apakah paramotor layak masuk sebagai cabor PON XXI tahun 2024 di Aceh mendatang,” katanya. (ulo/gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *