Peparnas XVI Siap Digelar

Ketua NPC Indonesia Senny Marbun (paling tengah) didampingi Ketua Harian PB Peparnas, Doren Wakerkwa (kedua dari kiri) dan Tenaga Ahli Utama Kedeputian V KSP, Theofransus Litaay (kedua dari kanan) saat menekan sirine sebagai simbolis pembukaan CdM Meeting II dan DRM Peparnas XVI yang digelar di Ballroom Lorin Hotel Solo, Jumat (8/10) malam. (Erik / Cepos)

*CdM Meeting II dan DRM Peparnas Jadi Persiapan Akhir

JAYAPURA – Chef de Mission (CdM) Meeting II dan Delegation Registration Meeting (DRM) Peparnas XVI Papua resmi dibuka di Solo, Jumat (8/10) malam. CdM Meeting II dan DRM berlangsung selama tiga hari, 8-10 Oktober. Dengan dihadiri 33 delegasi NPC seluruh Indonesia.

Ketua Panitia, Slamet Widodo mengatakan bahwa CdM Meeting II dan DRM Peparnas XVI merupakan koordinasi terakhir antara panitia dengan para kontingen sebelum menuju pertandingan pada 2-15 November mendatang.

“Kegiatan ini menghadirkan seluruh perwakilan NPC seluruh Indonesia, serta para admin masing-masing NPC. Dalam acara ini, panitia masing-masing bidang akan menyampaikan kesiapan terakhir mereka. Begitu juga pelayanan yang akan diberikan saat Peparnas XVI berlangsung di Papua,” ungkap Slamet dalam sambutanya, di Ballroom Lorin Hotel Solo, Jumat (8/10) malam.

“Kemudian juga akan dilanjutkan dengan kegiatan verifikasi data entry by nama dari seluruh NPC Indonesia yang meliputi persyaratan keabsahan, administrasi atlet dan official pada saat pelaksanaan Peparnas,” pungkas Slamet.

Sementara itu, Ketua Harian PB Peparnas Papua, Doren Wakerkwa mengatakan, awalnya CdM Meeting II dan DRM Peparnas direncanakan digelar di Kota Jayapura. Namun karena bertepatan dengan pelaksanaan PON XX membuat akomodasi dan transportasi sangat terbatas, sehingga tidak memungkinkan untuk digelar di Jayapura.

“Awalnya itu bulan Juni, namun saat itu Covid-19 sedang mengalami peningkatan dan akhirnya ditunda. Begitu juga saat bulan awal bulan September, bertepatan dengan pelaksanaan Olimpiade Para Games Tokyo dan kembali ditunda. Kemudian kita rencananya di bulan Oktober, tapi karena akomodasi yang terbatas dan waktu kian memepet akhirnya dipindahkan ke Solo,” jelas Doren.

Doren menegaskan, bahwa Pemprov Papua melalui PB Peparnas sudah sangat siap melaksanakan event olahraga empat tahunan kaum disabilitas tersebut.

“Kami PB Peparnas terus berusaha untuk menyiapkan Peparnas XVI bisa berjalan dengan baik. Ada 10 bidang dalam PB Peparnas dan semua sudah siap dengan tugas masing-masing. Semua sudah siap di Papua, mulai dari akomodasi, transportasi, konsumsi dan kami juga pastikan bahwa kondisi di Papua sangat aman,” tuturnya.

“Saat ini PON berjalan dengan baik, PON mempertandingkan 37 cabang olahraga, sementara Peparnas hanya 12 dan dua zona wilayah. Jika PON sukses maka Peparnas juga pasti akan sukses. Saya mengajak seluruh kontingen seluruh Indonesia agar mengirimkan atlet ke Papua untuk bertanding dan berprestasi,” tegas Doren.

Ketua Umum NPC Indonesia, Senny Marbun berharap, dalam CdM Meeting II dan DRM bisa berjalan lancar dan menghasilkan keputusan bersama. Ia juga berharap agar seluruh pemerintah daerah bisa memberikan dukungan dan mengirimkan atlet ke Papua.

“Harusnya kita bersyukur, Peparnas XVI bisa dilaksanakan di Papua. Artinya kita diberikan kesempatan untuk datang ke Papua, Papua itu sangat indah. Mari kita semua sukseskan Peparnas XVI di tanah Papua,” pungkas Senny Marbun. (eri/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *