Masih Banyak Cenderawasih Dipajang di Pinggir Jalan

Jejeran burung dilindungi, Cenderawasih yang dijual bebas di pinggir jalan di Jalan Raya Nimbongkang, Minggu (10/10). Penjualan satwa dilindungi hingga kini terkesan tak pernah tersentuh hukum.(Ikbal For Cepos)

JAYAPURA– Meski selama  pelaksanaan PON bisa dibilang cukup tertib dengan berkurangnya  benda – benda yang diambil dari potongan hewan  dilindungi, namun  itu tidak berlaku untuk daerah pinggiran kota. Di Jalan Raya Nimbokrang terlihat lapak yang masih menjajakan burung Cenderawasih yang sudah dalam keadaan mati. Harganya juga fantastis yakni Rp 2 hingga Rp 3 juta untuk seekor burung yang telah menjadi bangkai.

“Jujur kami kaget sebab kami baru saja kembali dari Rhepang Muaif melihat Cenderawasih dan membangun pemahaman yang sama soal satwa dilindungi tapi ternyata masih ada kelompok masyarakat yang menjual dan ini bukan satu atau dua melainkan enam ekor,” kata Fahri salah satu pemuda asal Sentani. Ia sendiri menyempatkan diri mampir ke lapak tersebut  yang kemudian diketahui jika bangkai burung Cenderawasih ini merupakan hasil buruan warga.

“Mereka (penjual) sampaikan bahwa burung – burung ini diperoleh di dalam hutan tak jauh dari tempat mereka dan selama ini dijual begitu saja tanpa ada yang mengkomplain. Kami tidak tahu apakah pengawasan sampai ke tingkat bawah atau tidak,” bebernya. Fahri mengaku sedih mengingat saat ini  populasi Cenderawasih masih terancam punah namun perburuan masih terus terjadi. “Mungkin yang diperlukan adalah sosialisasi soal bisa mendapatkan uang tanpa harus membunuh atau menembak dan kami pikir Pak Alex Waisimon selaku pengelola Isyo Hills sudah membuktikan itu,” jelasnya.

Fahri sendiri sempat kaget karena dari komunikasinya dengan penjual ternyata pedagang ini tak tahu jika Cenderawasih dilindungi. Itu lantaran  menurutnya banyak yang masih menjual “Bapaknya tadi bilang sudah banyak yang laku artinya tidak hanya enam ekor dan kami akhirnya tahu bahwa sosialisasi soal satwa dilindungi tidak sampai ke bawah,” sindirnya. Sementara Muhammad Ikbal yang ikut dalam rombongan juga melihat langsung burung Cenderawasih dipajang. “Cuma tadi kami tidak bisa lama – lama karena penjualnya agak ketus dan seperti tidak mau ditanya – tanya.

Yang jelas sebelumnya sudah ada beberapa yang dijual dan mereka tidak terlalu ambil pusing dengan yang namanya aturan,” imbuhnya. Cenderawasih Pos sendiri sempat melihat langsung karena posisinya persis di pinggir jalan. Namun selain burung cenderawasih, ada juga mahkota – mahkota yang menggunakan bulu – bulu Cenderawasih. (ade/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *