Jangan Lagi Dirikan Bangunan Kumuh dan Semrawut

Wakil Wali Kota Jayapura Ir H Rustan Saru memimpin pembersihan puing-puing kebakaran pemukiman warga di sebelah utara Pasar Youtefa, Sabtu (9/10) lalu. (Ayu/cepos)

*Kerahkan 120 Personel Bersihkan Puin-puing Kebakaran

JAYAPURA – Pemerintah kota Jayapura bersama TNI/Polri membersihkan puing-puing kebakaran pemukiman warga di sebelah utara Pasar Youtefa, Sabtu (9/10) lalu.

“Hari ini kita menerjunkan kurang lebih 120 personel dari gabungan, dibantu dengan 13 unit dam truk dan satu alat berat kita sudah mulai bekerja dari pagi jam 8 dan berakhir hari ini jam 11 siang,” ujar Wakil Wali Kota Jayapura Ir H Rustan Saru.

“Kita sangat peduli dan prihatin terhadap warga yang menjadi korban. Kita harap, warga tetap waspada, hati-hati dengan listrik, kompor, maupun ketika membakar sampah. Ini demi untuk keselamatan kita bersama. Api memang awalnya kecil, tapi sekalinya besar, siapa saja bisa jadi korban,” tambahnya.

Selain hal tersebut dirinya juga menghimbau agar warga tetap menjaga situasi kota, agar hal seperti ini tidak terulang kembali. Sebab di kota ini paling sering terjadi kebakaran. Sudah kali kedua kebakaran terjadi dalam waktu dekat ini. “Bahkan di pasar berkali-kali dan juga di dekat sebelah masjid juga ada dua kali kebakaran, inilah musibah yang menimpa warga kita,”tambahnya

Pada musibah kali ini berdampak pada 1076 jiwa, 501 kepala keluarga, dan kurang lebih 111 unit rumah yang hangus terbakar. Diketahui sumber permasalahan sebab kelalaian warga. Salah satu faktor yang mendasari adalah adanya konsleting pada instalasi listrik di rumah. “Ya, mereka memasang cop-cop di satu stop kotak gitu bertumpuk-tumpuk dan kabelnya yang gampang terurai, seperti rambut yang kecil Ya itu tidak tidak standar. terjadinya pemanasan dari stop kontak itu udah Meleleh jadi konslet dan terbakar,”ujarnya.

Pemerintah kota berharap kepada masyarakat agar warga mau menata ulang dengan baik. Agar tidak semrawut dan kumuh, ada akses jalan masuk, kemudian ada ruang terbuka yang sedikit bisa digunakan untuk lokasi anak-anak bermain. “Sehingga tidak terlalu kumuh kemudian kita minta juga mereka tetap menjaga kebersihan di tempat ini karena ini sangat kotor banyak sampah-sampah yang tersebar di mana-mana ini mau hal-hal yang sangat berbahaya untuk kesehatan masyarakat di tempat ini,”katanya.

Selain melakukan kegiatan kerja bakti, pemerintah kota juga menurunkan dua tim satu dari Dukcapil selanjutnya dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk pendataan warga terdampak. “Pendataan mengenai baik yang terbakar dokumen-dokumen pendidikan sekolah seperti ijazah mungkin rapor dan dokumen lain berkaitan dengan sekolah. Yang ke-2 pendataan terkait dengan identitas diri,”jelasnya lagi.

Pendataan identitas diri antara lain KTP, Kartu Keluarga, kartu Kia, kartu BPJS, dan buku nikah. “Semua kita data untuk mereka kita Buatkan kembali Seperti semula maka pemerintah harus hadir untuk menjawab masalah masalah warga itu.” Ujarnya.

Dirinya juga meminta kepada warga apabila hari ini tidak hadir mengikuti pendataan maka berikutnya diharapkan untuk melapor ke RT untuk diproses. (gr/cr-265/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *