Dalang Utama Penyerangan Akan Dibawa ke Jayapura

Keluarga korban saat memperlihatkan foto keluarga mereka yang menjadi korban dalam aksi penyerangan yang terjadi di Dekai, Kabupaten Yahukimo, Minggu (3/10). Dalang dari aksi penyerangan ini sudah diamankan. (Elfira/Cepos)

*MB Berperan Memimpin Massa Lakukan Penyerangan di Dekai

JAYAPURA-Pelaku utama penyerangan terhadap salah satu suku di Yahukimo ditangkap Tim gabungan Polres Yahukimo dan Satgas Nemangkawi serta Satgas Ops Aman Nusa. Pelaku dengan inisial MB tersebut ditangkap di Jalan Gunung, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Sabtu (9/10) dini hari.

Dalam penangkapan yang dipimpin langsung Kapolres Yahukimo, AKBP. Deni Herdiana, MB ditangkap bersama satu orang lainnya berinisial BO. Kedua orang tersebut saat ini sedang diamankan di Polres Yahukimo.

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan MB. Dimana saat ini yang bersangkutan sedang diamankan di Mapolres Yahukimo.

“Pelaku utama inisial MB sudah ditangkap. Selanjutnya tersangka kami perintahkan untuk dibawa ke Jayapura. Semua proses akan dilakukan di Polda Papua,” ucap Kapolda Mathius Fakhiri kepada Cenderawasih Pos melalui pesan WhatsAppnya.

Sebelumnya, dalam kunjungan Kapolda ke Dekai Yahukimo, sebanyak 24 orang telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penyerangan yang terjadi di Dekai yang menyebabkan 6 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya terluka. Dengan diamankannya MB dan rekannya, jumlah tersangka kasus Yahukimo menjadi 26 orang.

 “Kepada para tersangka, selain disangkakan pasal KUHP juga akan disangkakan UU IT. Tidak ada ampun bagi pelaku di Yahukimo. Ini menjadi gambaran bagi masyarakat di tanah Papua. Selaku Kapolda dan anak Papua, saya tidak terima dengan perilaku seperti ini. Budaya kita tidak seperti ini, harus kita kutuk dengan keras,” tegas Kapolda.

Secara terpisah, Kapolres Yahukimo, AKBP. Deni Hardiana menyampaikan, MB bersama 8 tersangka lainnya akan diperiksa di Mapolda Papua.

“Rencana MB dan 8 tersangka lainnya akan dibawa ke Jayapura termasuk salah satu angota KNPB, Senin (11/10), mereka akan dikawal ketat. Sementara tersangka lainnya sedang diperiksa di Mapolres Yahukimo,” ungkap Deni Hardiana saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Minggu (10/10)

Lanjut Kapolres, adapun peran MB dalam aksi penyerangan yang terjadi pada 3 Oktober lalu di Dekai yakni memimpin langsung penyerangan di gereja GIDI. Pelaku juga diduga melempar tombak dan memanah salah satu kepala dinas termasuk gembala yang ada dalam gereja saat itu. “Dia (MB-red) sendiri yang pimpin pengerusakan dalam gereja dan yang memimpin langsun 30 warga untuk melakukan penyerangan,” jelas Kapolres.

Dijelaskan Kapolres, keseharian MB saat ini merupakan seorang petani. Sebelumnya dalam kepemimpinan almarhum Abock Busup mantan Bupati Yahukimo, MB sebagai kepala suku Besar membawahi 12 kepala suku yang ada di Yahukimo. “Untuk situasi Yahukimo saat ini kondusif, warga tetap  beraktivitas seperti biasa,” pungkasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal menerangkan MB merupakan DPO pelaku utama kasus penyerangan di Yahukimo dan 1 rekannya ditangkap tim gabungan di jalan Gunung Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Sabtu (9/10) sekira pukul 03.40 WIT yang dipimpin Kapolres Yahukimo, AKBP. Deni Hardiana. MB bersama BO ditangkap bersama barang bukti satu buah busur, sembilan anak panah, sebilah parang panjang, satu kampak, dua buah BPJS, kartu pra bayar listrik dan cermin kecil.

“MB merupakan DPO utama kasus penyerangan terhadap masyarakat suku Yali pada Minggu (3/10) di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo. Dimana dirinya juga merupakan kepala suku umum Kimyal,” terang Kamal.

Diketahui pada Minggu (3/10) sekira pukul 12.45 WIT terjadi penyerangan terhadap masyarakat suku Yali oleh kelompok masyarakat dari suku Kimyal. Massa suku Kimyal yang dipimpin Kepala Suku umum Kimyal, MB menggunakan 2 unit mobil minibus membawa alat tajam berupa busur panah dan parang mendatangi masyarakat suku Yali dan melakukan penyerangan.

Akibat penyerangan tersebut, enam orang meninggal dunia puluhan lainnya luka-luka hingga ada yang terpaksa dievakuasi ke Jayapura untuk mendapatkan penanganan medis. Puluhan bangunan dan rumah warga dibakar. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *