Sempat Kebanjiran, Pengungsi Mulai Dilepas

Salah satu warga terdampak bersama anaknya tengah  membersihkan puing-puing kebakaran di lokasi samping Pasar Youtefa yang terbakar pada 28 September lalu. (Gamel/Cepos)

Sejumlah warga korban kebakaran saat berbincang-bincang di tempat pengungsian, Jumat (8/10). (Ayu/Cepos)

JAYAPURA-Hujan deras yang mengguyur Kota Jayapura pada Rabu (6/10) kemarin berdampak pada banyak lokasi yang tergenang air.

Tak hanya venue – venue PON yang terkena imbas tetapi  lokasi kamp penggungsian di lokasi kebakaran juga ikut terdampak. Beberapa titik di lokasi kebakaran samping Pasar Youtefa ternyata  sempat terendam. Akibatnya jam tidur para korban terganggu dan memilih mengungsi di pinggiran bangunan.

“Terendam mas. Itu tenda kami basah semua dan waktu angin kencang tenda – tenda juga terbongkar,” kata Kasma, salah satu pengungsi kebakaran saat ditemui, Jumat (8/10).

Kasma saat ditemui sedang ngobrol dengan pengungsi yang lain di salah satu  rumah yang tak ikut terbakar, tanggal 28 September lalu.

Hanya ukuran rumah ini tidak terlalu besar. Sekitar 3 x 8 meter namun dipenuhi  dengan barang – barang sehingga hanya menyisakan sekitar 2 meter space kosong yang dipakai beberapa orang untuk tidur.  “Kami memang sempat cemas karena saat hujan itu deras sekali dan ternyata betul, tenda kami kebanjiran dan barang – barang basah semua,” ujar Kasma.

Lanjut Kasma pengungsi yang jumlah puluhan tersebut akhirnya sempat kalang kabut karena kebingungan harus tidur di mana. Untungnya saat itu ada tenda dari dinas sosial yang masih nganggur sehingga langsung dipakai untuk evakuasi sementara. “Banyak yang basah sehingga kami tinggalkan di tenda semua,” imbuhnya.

Sementara Umi warga lainnya mengatakan, saat ini  barang yang paling dibutuhkan adalah peralatan dapur. Pasalnya dapur umum sudah ditutup sejak Kamis lalu. Selain itu, tim dari Dinsos juga sudah menarik diri sejak Kamis malam sehingga saat ini masyarakat harus memasak sendiri.

“Kalau pakaian kami sudah cukup, begitu juga dengan makanan kami pikir tidak masalah. Kami bersyukur  karena hingga kini masih ada orang yang memberikan bantuan dan kami selalu catat kemudian dibagi rata. Hanya saja peralatan dapur ini yang sangat kami butuhkan,” tambah Umi.

Lalu untuk persoalan mandi maupun MCK, ia dan kawan – kawannya masih numpang di rumah warga yang selamat dari kebakaran. “Mau bagaimana lagi, kalau teman – teman yang sudah mendapat kos pasti mereka lebih tenang tapi kami yang belum dapat ini masih harus numpang – numpang,” imbuhnya.

Pasca kebakaran di belakang Pasar Youtefa Abepura RT 05 RW 06 Kelurahan Waimhorock, Distrik Abepura, pada, Selasa (28/9) siang pukul 11.30 WIT sedikitnya membakar ratusan rumah sewa atau kos-kosan sehingga warga terdampak mengungsi di tenda-tenda sederhana didepan kost yang sudah ludes dilalap si jago merah.

Korban kebakaran lainnya bernama Nana mengaku tidak mengalami sakit pasca kebakaran. Selain itu, Nana juga mengakui beragam bantuan juga telah diterima warga yang menjadi korban kebakaran. Bantuan tersebut ada juga yang berasal dari warga Kanada berupa mesin pompa air dan selang. (ade/cr-265/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *