Minta Otak Pelaku Kerusuhan Diungkap

Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, Wabup Usau Miram bersama Fokopimda Yahukimo dan tokoh agama saat menemui warga yang mengamankan diri di Mapolres Yahukimo dan halaman gereja GIDI Evanhastia, Kamis (7/10). (Polres Yahukimo)

JAYAPURA-Kabupaten Yahukimo berangsur pulih. Bupati dan Wakil Bupati juga sudah menyapa masyarakat yang mengungsi dan semua meneteskan air mata dari kejadian tersebut. Hanya saja meski mulai pulih, PR lainnya adalah ada 3000 lebih warga yang masih mengungsi dan perlu dipulangkan.

Dalam pertemuan tersebut Bupati, Didimus Yahuli didampingi wakilnya, Esau Miram meminta masyarakat tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian. Ia  merasakan duka yang sama dan berupaya agar daerahnya kembali pulih. Polisi juga diminta mengawal kasus penyerangan yang berbuntut tewasnya sejumlah orang.

Pasalnya munculnya gejolak masyarakat ini tak lepas dari aktor intelektual yang memerintahkan adanya aksi di Yahukimo. “Almarhum meninggal di Jakarta dan mengapa masyarakat di daerah (Yahukimo) justru marah dan melakukan penyerangan secara brutal tidak manusiawi. Ini ada pelaku yang memang memprovokasi. Kami minta Polisi mengecek siapa saja yang ikut bersama almarhum ketika itu,” jelas Yarius Balingga, salah satu tokoh gereja dari masyarakat suku Yali di Jayapura, Kamis (7/10).

Yarius tak menampik bahwa di kalangan intelektual dan elit politik telah beredar bahwa  aksi ini ada yang memerintah. Bahkan ada yang memprovokasi sehingga kelompok masyarakat di Yahukimo beraksi.

Dikatakan apabila kejadian itu terjadi saat Pilkada dimana akibat persoalan selama Pemilu kemudian  Abock Busup meninggal  atau terjadi apa-apa, pihaknya berpikir ada alasan untuk menyerang. Tapi ini Pemilu sudah rampung dan pemerintahan baru sudah berjalan tanpa persoalan apa – apa sehingga sama  sekali tak ada kaitannya dengan politik Pilkada lagi.

“Lalu secara adat kami juga tak ada masalah dengan suku lain dan masyarakat yang korban ini tak paham dan tak ada kaitan dengan politik. Kami prihatin sekali sebab ada anak kecil, ibu – ibu, warga jemaat dan ada 6 orang yang meninggal dan puluhan luka – luka. Ingat yang berhak mengambil nyawa manusia ini Tuhan, bukan manusia,” tegasnya.

Untuk itu, kata Yarius saat ini masyarakat dari Yali meminta pelaku yang sudah dijadikan tersangka ini diproses hingga tuntas. Ia memastikan akan mengawal termasuk menunggu aktor intelektual ikut diungkap. “Kami sudah mendengar ada perintah sehingga ada kelompok masyarakat di Yahukimo terpancing. Ingat kami akan terus berbicara dan mengkawal persoalan ini hingga ada yang ditahan agar tidak menimbulkan polemik baru,” imbuhnya.

Disini Yarius juga menyampaikan bahwa  masyarakat Yali tidak akan melakukan pembalasan karena pimpinan daerah dan pimpinan gereja sudah bicara untuk tak ada balasan dendam tapi penanganan hukumnya harus tetap berjalan.

“Pimpinan daerah dan gereja sudah sampaikan tak ada pembalasan dan kami patuhi itu tapi ingat ini kami maafkan namun proses hukum harus berlanjut, ungkap semuanya,” tegas Yarius.

Sementara itu, Gembala gereja GIDI Jemaat Evanhastia, Dekai, Pdt. Vicktor Kobak mengatakan, dari aksi penyerangan suku Kimyal dari suku Yali tidak akan melakukan balasan penyerangan. Tetapi biarkan Tuhan langsung yang membalasnya kepada para pelaku.

“Biarkan Tuhan yang memberi balasan kepada pelaku. Kami yakin pemerintah dan pihak keamanan tak akan tinggal diam atas kejadian yang dilakukan para kelompok oknum suku Kimyal,” terangnya.

Di tempat yang sama, Bupati Yahukimo Didimus Yahuli meminta warganya  untuk sabar dan selalu berdoa untuk Tuhan atas kejadian tersebut. Bupati juga mengapresiasi Kapolres Yahukimo, Dandim 1715/Yahukimo dan pejabat lainnya yang sama – sama menjaga Yahukimo melalui pelayanan dengan baik. Sehingga situasi Yahukimo saat ini aman dan kondusif.

“Terima kasih kepada Kapolres Yahukimo dan Dandim 1715/YKM atas penambahan personel BKO Brimob dengan tujuan untuk mengamankan masyarakat sehingga situasi aman dan kondusif, kami minta hukum harus ditegakkan dan kejadian ini harus dituntaskan sampai akar – akarnya sehingga kami menerima dengan baik dan kami sudah menyampaikan lewat pernyataan sikap bahwa kami masyarakat suku Yali  tidak akan melakukan balasan dengan kekerasan atas kejadian ini,” kata Bupati.

Sementara Kapolres Yahukimo, AKBP. Deni Herdiana mengatakan, Kepolisian telah mengamankan beberapa orang masyarakat dimana hal ini akan terus dikembangkan.

“Masyarakat yang melihat pelaku yang lain agar segera melaporkan kepada kami, jangan takut untuk di jadikan saksi atas kejadian tersebut,” ucap Kapolres.

Terkait warga yang masih mengamankan diri di Pos TNI-Polri dan gereja, Polri dan Dinas Kesehatan setempat memberikan pelayanan kesehatan melalui pemeriksaan kesehatan, pembagian obat-obatan dan vitamin.

 Plh. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Yahukimo Kundrat Itlay berharap masyarakat yang mengamankan diri di Mapolres Yahukimo yang merasa kesehatannya terganggu bisa memeriksakan diri kepada tim medis yang sudah disiapkan.

Sekedar diketahui, pasca aksi penyerangan di Dekai Kabupaten Yahukimo yang menyebabkan 6 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya terluka, Presiden GIDI Pdt. Dorman Wandikbo bersama Forkopimda Kabupaten Yahukimo menemui masyarakat suku Yali yang mengamankan diri ke Polres Yahukimo dan halaman gereja GIDI Evanhastia, Kamis (7/10). (ade/fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *