UMKM Menopang 63% Perekonomian Papua

Penjual noken dari Meepago yang menjajakan jualannya di Taman Imbi Jayapura selama berlangsung PON XX. (Priyadi/Cepos)

JAYAPURA-Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Naek Tigor Sinaga mengungkapkan, berdasarkan data yang dimiliki BI Papua, UMKM menopang 63% dari perekonomian Papua. Hal ini menunjukan betapa pentingnya peran UMKM dalam denyut nadi ekonomi Papua. Apalagi saat ini sedang berlangsung PON XX Papua, tentu UMKM akan membantu meningkatkan perekonomian di masa Pemulihan Ekonomi Nasional.

“Tidak kurang dari 400 UMKM dilibatkan dalam penyelenggaraan PON kali ini yang dilakukan dengan mempromosikan beragam kerajinan, aksesoris khas Papua, hingga aneka kuliner makanan dan minuman,”ucapnya, Rabu (6/10).

Ditambah lagi BI Papua berkolaborasi dengan Pemprov Papua dan Pemkot Jayapura menyelenggaraan Festival Kopi PON dan UMKM Kota Jayapura yang  melibatkan 100 UMKM yang terdiri dari 40 UMKM pelaku usaha kopi dan UMKM lainnya yang menyediakan produk unggulan mulai dari kuliner, aksesories, fashion dan produk lain.  Tentu ini akan terus mendukung peningkatan perekonomian.

Diakui, momentum pelaksanaan PON XX juga akan ikut mendorong percepatan digitalisasi di Papua. Hadirnya Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) di tengah pandemi COVID-19, ikut memberikan kemudahan dan manfaat bagi pengguna dan para merchant.

Dalam mendukung suksesnya PON XX, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua bekerjasama dengan seluruh perbankan dan penyelenggara jasa sistem pembayaran telah meningkatkan jumlah merchant dari 31 ribu di tahun 2020 meningkat menjadi 75 ribu merchant hingga saat ini, dengan 85% diantaranya berada di 4 klaster penyelenggara PON yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika dan Kabupaten Merauke.

Penggunaan QRIS dari sisi demand, dapat dioptimalkan melalui ketersediaan uang elektronik bagi para atlet, relawan PON serta official. Sedangkan dari sisi supply, perluasan akuisisi merchant QRIS di sekitar venue PON seperti tiket masuk, belanja kuliner, souvenir hingga kegiatan retail lainnya dapat dilakukan agar tercipta ekosistem non tunai yang memadai.

  Demikian pula halnya dengan festival yang berlangsung saat ini. Seluruh pelaku usaha kopi dan UMKM yang berpartisipasi telah terdaftar sebagai merchant QRIS untuk memudahkan masyarakat dalam bertransaksi.(dil/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *