Melahirkan, Ibu Hamil Diharapkan Manfaatkan Puskesmas 

dokter Willy Mambieuw, SpB. (Denny/Cepos)

WAMENA-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jayawijaya, mengedukasi ibu-ibu yang saat ini dalam keadaan hamil agar mau bersalin di Puskesmas. Sebab fasilitas pelayanan kesehatan yang disediakan pemerintah siap  menyediakan layanan medis serta memberikan pakaian untuk bayi baru lahir yang ditangani.

  Kepala Dinas Kesehatan Jayawijaya dokter Willy Mambieuw, SpB menyatakan dalam edukasi ini  petugas Puskesmas yang biasanya melakukan kunjungan ke rumah-rumah untuk mengedukasi ibu hamil datang melahirkan di layanan kesehatan yang disediakan.

  “Pada saat kita layani mereka di Puskesmas, kita berikan mereka susu, sampai pemberian loyor kepada si bayi baru lahir. Itu satu strategi yang kita buat, supaya kalau bidan di puskesmas temukan di rumah dan ada ibu yang sudah tunggu waktu melahirkan, itu langsung mereka arahkan ke puskesmas,” ungkapnya Rabu (6/10) kemarin.

   Bukan saja pemberian pakaian yang merupakan satu-satunya edukasi Dinas Kesehatan, mereka juga memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat yang dalam keadaan hamil, sehingga pasca proses persalinan, masyarakat percaya dan lebih memilih persalinan pada fasilitas kesehatan yang ada di sekitarnya.

  “Yang pertama adalah edukasi tentang penanganan maksimal oleh tenaga kesehatan kita kepada ibu-ibu hamil dan melahirkan. Ini membantu mereka mendapatkan informasi agar bayi yang dalam kandungan sehat dan proses persalinan juga lancar,” kata dr. Willy

   Menurutnya, bagi ibu-ibu melahirkan yang tidak bisa ditangani di Puskesmas, maka pihak puskesmas akan merujuk ke RSUD Wamena di pusat kota, untuk mendapatkan pelayanan medis disana yang lebih memadai sehingga ibu dan bayi bisa selamat.

  “Tetapi kalau ada indikasi memerlukan tindakan operasi, misalnya ibunya hipertensi atau anak letak sungsang itu tidak mungkin kita lakukan di Puskesmas, itu tetap diarahkan ke RSUD,” jelas Kadinkes Jayawijaya.

  Ia juga menerangkan selama ini warga yang masuk dalam usia persalinan itu lebih banyak memilih di rumah atau ditangani oleh keluarganya sendiri, seperti di kampung-kampung, ini sangat berisiko bagi keselamatan ibu maupun bayi, sehingga dengan mengedukasi masyarakat seperti ini maka pola-pola lama dalam menangani persalinan  itu bisa ditinggalkan.

  “Mungkin tidak hanya disini, pola -pola penanganan ibu bersalin tanpa melibatkan medis masih sering dijumpai di sebagian besar Papua, kalau kita disini sudah ada fasilitas kesehatan yang dekat dengan masyarakat sehingga ini yang bisa dimanfaatkan,” tutup dokter Specialis Bedah RSUD Wamena.(jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *