Edukasi dan Sosialisasi Vaksinasi Siswa Perlu Digencarkan

Drs. Tinggal Wusono, MAP (Denny/Cepos)

WAMENA-Vaksinasi dilingkungan siswa sekolah nampaknya masih harus dilakukan sosialisasi dari sekolah,  baik kepada siswa maupun orang tua. Pasalnya dalam proses pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) masih banyak siswa yang tidak diperbolehkan orang tuanya untuk melakukan vaksinasi, sehingga pada saat petugas vaksinator datang ke sekolah itu banyak siswa yang menolak untuk divaksin.

   Ketua Pos Pendidikan  sekaligus Plt. Sekda Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono, MAP mengaku dari Dinas Kesehatan memang sudah melaporkan bahwa visitasi mereka ke sekolah –sekolah, banyak sekolah yang awalnya sudah dilakukan sosialisasi, namun pada saat dilakukan vaksinasi mereka sebagian besar belum mau melakukan vaksinasi.

  “Tentu ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah bagaimana pelaksanaan vaksinasi ini terus dilakukan, sehingga kami minta dinas dan sekolah untuk lebih menggencarkan sosialisasi, untuk menyukseskan PTMT ini,” ungkapnya Rabu (6/10) kemarin.

  Kata Plt Sekda Jayawijaya, dalam sosialisasi vaksinasi ini teman-teman dari Dinas Pendidikan, Sekolah dan Dinas Kesehatan mungkin bisa melibatkan tokoh -tokoh agama, atau lainnya agar proses vaksinasi ini bisa dilakukan. Sebab, syarat untuk melakukan PTMT atau membuka sekolah adalah vaksinasi kepada guru baru siswanya yang masuk dalam kategori bisa menerima vaksinasi.

  “Untuk kita di Wamena ini perlu Edukasi, Sosialisasi bila perlu harus ada contoh sehingga bila perlu ada sinergi antara Dinkes, Dinas Pendidikan dan sekolah serta pihak eksternal yang akan kami cari untuk membantu terkait proses vaksinasi ini,” katanya.

  Ia juga berpesan kepada masyarakat di Jayawijaya yang anak -anaknya sudah berusia 12 tahun ke atas, SMP dan SMA/SMK diharapkan orang tua wali murid bisa memberikan pemahaman kepada anak-anak untuk berperan ambil bagian dalam pelaksanaan vaksinasi, sebab ini tujuannya adalah menekan tingkat penularan Covid-19.

  “Kalau memang belum banyak (yang divaksin.red), nanti kita akan evaluasi lagi untuk vaksinasi ini, sehingga yang kita butuhkan adalah perbanyak sosialisasi dan contoh agar proses vaksinasi ini bisa terus berjalan di kalangan siswa sekolah,”tutupnya.(jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *