Edo Apcowo, Si Quattrick Keping Medali Emas PON

Edoardus Apcowo. (Erik / Cepos)

JAYAPURA – Edo Apcowo menunjukan sebagai raja pada kelas 70 kg cabang Olahraga Binaraga di ajang PON. Sukses menyabet medali emas pada PON XX 2021 Papua, Edo sapaan akrabnya tercatat telah sebagai atlet Binaraga yang mampu meraih medali emas 4 kali dalam 4 edisi PON terakhir.

Di ajang PON, Edo mulai mengukir tinta emasnya sejak menjalani debutnya pada PON XVII Kalimantan Timur 2008 silam. Kalau itu ia sukses meraih medali emas yang pertama. Beranjak dari situ, Edo terus mengasah dirinya dan kembali meraih medali emas di berikutnya, PON XVIII Riau 2012.

PON XIX Jawa Barat 2016 Edo kembali menabiskan dirinya sebagai raja emas. Dan PON XX 2021 Papua ia berhasil mencatatkan namanya dalam sejarah yang pernah quattrick medali emas dalam gelaran PON selama 4 Episode terakhir.

Tapi sebelum ada nama Edo mengguncang dunia Binaraga, Papua juga pernah berjaya di era Levi Rumbewas dan Korneles Morin. Untungnya Edo sukses melanjutkan estafet prestasi Binaraga Papua dalam 4 PON terakhir.

Tampil superior bersama Binaraga Papua sejak PON 2008 juga membuat Binaraga Indonesia kepincut dengan pria yang memiliki postur 159 centimeter tersebut. Tercatat, Edo pernah menjadi tulang punggung Binaraga Indonesia dengan meraih medali perak di kejuaraan Asian di Thailand pata tahun 2009 kemudian meraih medali perunggu di Sea Games Myanmar 2013.

Selain di ajang PON dan Timnas, Edo juga tampil superior pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas). Edo yang kini berusia 42 tahun itu juga pernah mencatatkan hatrick pada ajang Kejurnas. Yakni Kejurnas FBI (Federasi Binaraga Indonesia) 2005 Jakarta, Kejurnas FBI 2006 Jakarta, Kejurnas Mr. Indonesia 2006 seri III di Palembang.

Meski usia yang kini tak lagi muda, 42 tahun, tapi ia berambisi untuk membuktikan bahwa usia hanyalah angka. Ia masih memiliki harapan untuk meraih medali emas kelima di PON Aceh-Sumut pada tahun 2024 mendatang.

“Saya masih bisa turun lagi di PON Aceh, karena di cabang olahraga Binaraga tidak pakai batas umur, dan saya akan berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi tanah Papua,”

Disinggung soal rahasia jitu yang mampu membuat dirinya tampil konsisten selama 4 episode PON terakhir, dia mengaku semua kembali pada kemauan diri sendiri. “Hanya tekun berlatih dan berdoa saja, ora et labora, itu rahasianya,” ujar Edo.

Ia juga mengucap syukur atas prolehan medali yang ia raih di rumah sendiri. Menurutnya, capaian tersebut merupakan sebuah prestasi mains yang pernah ia torehkan.

“Puji Tuhan dan syukur kepada Tuhan Yesus, ini semua karena berkat, dan kasih kemuliaanya kepada saya sudah memberikan yang terbaik. Saya juga berterimakasih kepada semua keluarga saya, KONI Papua, teman-teman dan seluruh masyarakat Papua yang sudah mendukung kami tim Binaraga Papua sehingga mendapatkan tiga medali emas,” tutup atlet berjuluk Betis Tembok itu. (eri/gin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *