dr. Silwanus Sumule SpOG(K) (Yohana/Cepos)

*Terkait Kasus Covid yang Menginfeksi Atlet, Ofisial dan Panpel PON

*Satu Panpel Cabor Catur Kembali Terkonfirmasi Positif Covid

JAYAPURA-Virus Covid-19 yang menginfeksi 29 orang atlet, ofisial dan panitia pelaksana (Panpel) Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, dipastikan bukan varian baru.

Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Provinsi Papua mengakui bahwa sampai saat ini Papua belum terdeteksi varian baru. Termasuk 29 kasus yang ditemukan pada atlet, offisial dan Panpel PON XX Papua di empat kluster.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, SpOG(K) mengatakan untuk menentukan bahwa para pasien terpapar Covid-19 terinfeksi varian baru hanya bisa dilakukan dengan pemeriksaan laboratorium.

Provinsi Papua menurut dr. Sumule, sudah bisa melakukan pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi ada tidaknya virus varian baru. “Kita di Papua sudah mampu melakukan pemeriksaan tersebut di Litbangkes yang merupakan cabang dari Kementrian Kesehatan,” jelasnya kepada Cenderawasih Pos, Rabu (6/10).

“Saya bahkan telah dihubungi dari Litbangkes bahwa dari 25 sampel yang diperiksa, tidak ditemukan adanya varian baru melainkan varian delta. Jadi bisa saya sampaikan bahwa sampai dengan hari ini belum ditemukan adanya varian baru di Papua,” sambungnya.

Diakuinya, pemantauan terus menerus dilakukan, sehingga ketika ada kasus dan gejalanya agak berbeda, biasanya pihak rumah sakit akan mengirim sampelnya langsung ke Litbangkes untuk diperiksa.

“Puji Tuhan hingga hari ini (kemarin)  kita belum mendapatkan varian baru di Provinsi Papua. Adapun varian yang ada di Papua saat ini masih dalam varian delta,” tambahnya.

Mengenai upaya pencegahan yang dilakukan Satgas Covid-19 agar kasus tidak kembali naik, dr. Sumule menyebutkan pengetatan protokol kesehatan tetap akan dilakukan utamanya di venue-venue.

Namun dirinya juga mengakui euforia yang berlebihan dari masyarakat menjadi kendala bagi Satgas Covid-19 dalam mengontrol pelaksanaan prokeskhsusnya pada saat pembukaan PON minggu lalu. Oleh sebab itu, kesedaran semua pihak baik itu atlet, ofisial, Panpel dan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan sangat diperlukan.

Sementara itu, dari kluster Merauke kembali dilaporkan satu orang Panpel cabang olahraga (Cabor) catur terkonfirmasi positif Covid-19. Dengan adanya penambahan ini, maka sudah ada tiga orang Panpel Cabor catur di Merauke yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Hari ini tambahan satu  orang yang positif Covid dari Panpel Catur,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke  dr. Nevile R. Muskita saat  dihubungi Cenderawasih Pos,  Rabu (6/10).

Panpel Cabor catur yang terkonfirmasi positif Covid menurut Nevile, sudah menjalani isolasi di KM Sirimau yang dijadikan sebagai tempat isolasi terpusat di kluster Merauke selama pelaksanaan PON XX Papua.

“Dengan tambahan ini, sudah empat orang yang diisolasi di KM Sirimau. Satu dari Wushu dan tiga  dari  dari Panpel catur,” tandasnya.

Dengan adanya penambahan Panpel yang terkonfirmasi positif Covid-19, pihaknya melakukan pencegahan agar tidak menjadi cluster baru. Upaya yang dilakukan menurut dr. Nevile yaitu dengan penerapan prokes yang ketat di venue Cabor catur termasuk Cabor lainnya yang dipertandingkan di Kabupaten Merauke.

“Kita memang antisipasi, jangan sampai menjadi cluster baru. Untuk itu, semua atlet, ofisial, Panpel dan penonton terlebih dahulu dilakukan pengukuran suhu tubuh dan wajib menggunakan masker. (ana/ulo/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *