Sub PB PON Kota Tak Alergi Respon Masyarakat

Masyarakat yang ingin menyaksikan pertandingan Voli harus bersabar ketika panitia tidak mengizinkan masyarakat menonton, mengingat membeludaknya animo masyarakat yang ingin menonton pertandingan voli. Foto ini diambil Minggu (3/10) lalu. (WENNY FIRMANSYAH/CENDERAWASIH POS)

JAYAPURA – Sekretaris Umum Sub PB PON Kota Jayapura, Robert Betaubun, berharap, semua elemen masyarakat mendukung penuh penyelenggaraan PON Papua. Apabila terdapat hal-hal yang terjadi dalam penyelenggaraan PON, diharapkan untuk dapat melakukan konfirmasi terhadap panitia maupun yang pihak yang bertanggung jawab, sebelum melakukan publikasi di media.

“Apabila ada hal-hal yang mungkin secara sengaja maupun tidak disengaja yang dianggap tidak tepat atau disebabkan faktor lainnya, kita harap itu harus dilakukan konfirmasi kepada pihak yang bertanggung jawab sebelum melakukan publikasi,” ungkap Robert Betaubun, Senin (4/10) kemarin.

“Pada prinsipnya, Sub PB PON tidak apriori terhadap respon baik seluruh masyarakat, namun demi menjaga marwah pelaksanaan PON ini, kita juga harap bahwa saling konfirmasi berita itu penting demi kebaikan kita bersama, serta untuk kenyamanan para atlet dan penyelenggara,” sambungnya.

Dengan demikian, kerja maksimal dalam untuk sukseskan PON ini dapat dilakukan. “Mengapa demikian, karena sering kali secara teknis kita tidak tahu apa yang terjadi dalam pelaksanaan itu. Contohnya, ada atlet yang tinggal di Kota Jayapura, tapi bertanding di Kabupaten Jayapura. Itu dari kesepakatannya, yang melayani konsumsi ada di klaster Kabupaten Jayapura. Semua orang belum tahu ini , tapi karena tinggal di Kota Jayapura, sehingga disebutkan bahwa kontingen tidak diberikan pelayanan konsumsi oleh Sub PB PON Kota Jayapura,” tambahnya.

“Padahal yang memiliki tanggung jawab terhadap pelayanan konsumsi bagi kontingen tersebut adalah klaster Kabupaten Jayapura. Hal teknis lainnya, ada atlet dan kontingen yang datang sebelum waktunya. Untuk harus masuk penginapan maupun pelayanan konsumsi itu ada jadwalnya, sehingga kesannya kita tidak memberikan pelayanan, padahal pelayanan diberikan pada waktu yang telah ditentukan.,” pungkasnya. (gr/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *