Pulang Bawa Emas, Atlet Wushu Disambut Meriah

Bupati Jayapura Mathius Awoitauw bersama sejumlah Forkompimda Kabupaten Jayapura saat menyambut atlet wushu peraih medali emas PON Papua di ruang Vip Bandara Sentani, Selasa (5/10). (Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Kontingen tlet Wushu Papua yang bertanding di Klaster Kabupaten Merauke berhasil menjuarai cabang olahraga tersebut dan berhasil meraih medali emas, perak dan perunggu.  Sejumlah Atlet Wushu Papua ini merupakan atlet yang berasal dari di Kabupaten Jayapura. Selasa (5/10), kemarin, mereka tiba di Bandara Sentani dan dijemput langsung oleh Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw beserta pejabat lainnya. Sejumlah atlet tersebut disambut meriah. Bupati Mathius memberikan pengalungan bunga kepada tlet Wushu Putri Papua di ruang VIP Bandara Sentani.

Mathius Awoitauw mengatakan, penyambutan yang dilakukan pihaknya itu sebagai bentuk motivasi dan dorongan kepada para atlet agar tetap mempertahankan prestasi yang membanggakan itu kedepannya.  Diharapkan, mereka juga tetap memberikan hasil yang terbaik bagi kejuaraan tingkat nasional bahkan internasional.

“Hari ini kita baru saja menyambut kedatangan atlet Wushu  Papua yang datang dari Merauke.  Saya bersama Forkopimda Kabupaten Jayapura. Kami bangga bahwa atlet-atlet Kabupaten Jayapura bisa mengharumkan nama Papua dan Indonesia pada umumnya.  Mereka ini sangat luar biasa meskipun ini sederhana tapi kami memberikan apresiasi, ” ungkap Mathius Awoitauw di Bandara Sentani, Selasa (5/10).

Sementara itu, peraih medali Emas Wushu Papua, Moria Manalu tak henti hentinya bersyukur kepada Tuhan yang telah memberikannya prestasi yang luar biasa itu. Moria mengaku, PON Papua merupakan  PON yang terakhir yang diikutinya. Sejauh ini, dia telah mengharumkan nama Papua dengan berhasil menyabet empat emas di ajang yang sama pada PON sebelumnya.

“Pertama terimakasih kepada Tuhan Yesus yang telah memberikan saya prestasi ini. Ini medali emas ke empat yang saya peroleh. Setelah mengikuti empat kali PON, saya berhasil mempertahankannya. Mungkin ini batas usia saya yang terakhir untuk main di PON, “ujarnya penuh haru. (roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *